Minggu, Juni 24, 2012

Kurus

“Kurusmu Wan!”

“Iyaakah? Kapan ka memang gendut?”

“Tapi, tidak begini kurusmu kemarin-kemarin”

“Yang penting tetap ja imut to! Hehehehe”

Seperti itu percakapan, yang ada sore itu. Aku bertemu dengan teman yang sudah cukup lama mengenalku dan kami lama tak berbincang. Ada banyak perbincangan yang terlahir, ada perdebatan yang hadir, dan ada tawa yang menyelinap di akhir percakapan kami. Tapi, dari banyak percakapan yang ada, sengaja aku memenggal percakapan di atas. Dan menuliskannya hari ini, hanya untuk memperjelas semuanya. Tentang kondisiku, hari ini esok dan seterusnya. Tulisan ini pun dilatarbelakangi akan semakin membludaknya pertanyaan serupa, dan jawabanku cuma satu.

Ada banyak orang yang melayangkan pertanyaan itu kepadaku. Pertanyaan atau pernyataan,

“kamu kurus Wan”,

“kenapa kurus sekali?”

“kenapa tambah kurus?”

Setiap kali aku ingin menjawabnya, aku tersenyum. Kadang orang yang bertanya tidak puas dengan senyumku.



Maka aku menjawab, “Yang penting tetap imut” seperti itu jawabanku, dan kemungkinan orang akan tersenyum balik.

Saya terlahir dengan berat bedan yang menurut dokter di bawah normal. Takdir kurus memang sepertinya sudah kelihatan sejak kemarin.

Oiya, tapi saya sempat kelihatan subur dan sangat imut ketika usiaku menginjak tiga tahun. Saya lihat di album foto yang terjaga hingga hari ini. Semua itu tidak berlangsung lama, waktu aku kecil aku sering sakit-sakitan. Bahkan nafasku nyaris tak hadir hari ini, waktu itu aku pernah sakit parah seolah kematian di depan mata.

Sejarah mencatat, berat badan saya selalu berada pada taraf kurus. Ditanya kenapa? Mungkin takdir...

Atau mungkin karena saya yang malas makan,

Atau mungkin karena saya terlanjur suka dengan penampilan kurus,

Kurus dan bersahaja.. (hehehehe)

Dulu bahkan sampai sekarang, alasan ibu sering marah adalah karena saya tidak rajin makan. Makan malam, siang, pagi, semuanya malam. Dulu aku sempat berdoa, aku ingin menjadi seperti pohon atau tumbuhan yang tak perlu makan nasi, makanan 4 sehat 5 sempurna, mengucah makanan sebanyak 22 kali tapi cukup dengan berfotosintesis. Aku berdiri sambil terkena sinar matahari, dan semua terproses dengan baik. Dan aku punya energi, tapi ternyata tidak bisa.

Di usia menjelang dewasa, saya pernah mencoba untuk memperbaiki penampilan fisik saya. Tapi saya pikir, sudahlah.

“Yang penting tetap imut”

Saya kurus dan saya yakin akan ada orang-orang yang bisa menerima itu,

Saya kurus, dan saya bahagia. Kurus bukan berarti tidak sehat, betulkan? Atau kurus berarti saya kurang sehat? Entahlah, kita punya jawaban masing-masing. Atau kalau dokter/ahli kesehatan/ahli gizi lewat dan baca tulisan ini, jawab saja kurus itu berarti sehat atau tidak?

Saya berharap, kita bisa memahami kehadiran kurus itu dengan bijak.

Saya kurus, dan saya menikmati semuanya. Untuk semua yang masih ingin bertanya

tentang itu, saya pikir sudah terjawab dari tulisan ini.

Kedepannya, mungkin saya akan lebih kurus.

Jangan pernah bertanya atau memberi pertanyaan serupa,

Bagi saya kurus telah menjadi kekasih kehidupan yang mungkin akan abadi,

Jangan pernah bertanya atau memberi pertanyaan serupa,

Pedulimu cukup dengan mengajakku berbahagia atau melihat duka,
dan menjenguk orang-orang kurus sepertiku.

Ada banyak bahagia yang mesti dibagi, dengan senyum dan cara yang lebih sederhana.

Ucapan terima kasih saya haturkan bagi orang-orang yang menikmati kurus itu dengan bijak. Dan setia dengan keadaannya, serta orang-orang yang mengerti dengan tulisan ini.





Like the Post? Do share with your Friends.

1 komentar:

Komentar sahabat adalah Motivasiku!
Terima Kasih telah memberiku Motivasi!

IconIconIconFollow Me on Pinterest