Minggu, Mei 27, 2012

Efek Stroop

Efek Stroop pertama kali diterbitkan serta dijelaskan oleh J. Ridley Stroop pada tahun 1935. Efek Stroop merupakan proses demonstrasi dalam memperhatikan reaksi serta waktu dari suatu percobaan (Kantowitz, 2009:190). Proses yang terjadi dalam demonstrasi tersebut seperti, bila nama warna misalnya merah, biru, atau hijau dicetak dengan warna yang berbeda, dan tidak melambangkan warna. Warna merah dicetak dengan warna biru, warna biru dicetak hijau. Penamaan warna yang telah dicetak dengan warna yang tidak sama dengan sebelumnya memberikan waktu lebih lama dan rentan mendapatkan kesalahan dalam penyebutan. Efek tersebutlah yang disebut Efek Stroop. (Ridley,1935).

Ada dua teori yang dapat menjelaskan Efek Stroop, yaitu:
1.Kecepatan pengolahan teori, gangguan terjadi karena kata-kata yang dibaca lebih cepat dari warna yang bernama.
2.Teori perhatian selektif, gangguan terjadi karena penamaan warna membutuhkan perhatian lebih dari membaca kata-kata.

Rangsangan dalam efek stroop terbagi tiga, yakni netral, kongruen, dan inkongruen. Rangsangan netral yang ditampilkan hanyalah teks atau warna. Sementara rangsangan kongruen yang ditampilkan adalah warna dengan teks yang sama, misalnya tulisan warna merah dengan tinta merah pula. Sedangkan rangsangan inkongruen yang ditampilkan dengan teks dan warna berbeda, misalnya saja warna merah ditulis dengan tinta biru (Maanen,2009).


Salah satu yang mempengaruhi cepat lambatnya seseorang dalam melakukan penyebutan adalah kondisi emosi yang ada. Salah satu temuan yang paling kuat dalam penelitian kognitif, terkait dalam hal kecemasan. Gangguan cemas menjadikan individu lebih lambat untuk menyebutkan warna atau nama ancaman yang berhubungan dengan kata-kata dari kata-kata dengan arti yang relatif netral pada tugas Stroop emosional. Stroop emosional efek interferensi umumnya dipandang sebagai indikator bias attentional untuk mengancam informasi yang mungkin memainkan peran sentral dalam menjaga gangguan kecemasan berbagai dan mungkin juga dalam etiologi (MacLeod,1991).

Efek Stroop emosional juga telah ditemukan untuk dipengaruhi oleh sementara kondisi dan konteks. Di antara variabel-variabel yang telah ditemukan untuk berkontribusi dengan efek stroop emosional berbagai macam kondisi stres. Stroop latency untuk prestasi yang berhubungan dengan kata-kata ancaman, misalnya, telah ditemukan untuk diperpanjang pada mahasiswa yang memasuki masa ujian akademik (MacLeod, 1991).
Efek Stroop telah digunakan untuk mengetahui kemampuan psikologis seseorang, sejak penemuannya pada abad kedua puluh, efek stroop telah menjadi tes neuropsikologi populer (Howieson, 2004). Tes tersebut dapat digunakan untuk mengukur perhatian/atensi selektif, fleksibilitas kognitif dan kecepatan pemrosesan, dan digunakan sebagai alat dalam evaluasi fungsi eksekutif (Spreen, 2006).

Like the Post? Do share with your Friends.

2 komentar:

Komentar sahabat adalah Motivasiku!
Terima Kasih telah memberiku Motivasi!

IconIconIconFollow Me on Pinterest