Jumat, April 20, 2012

Gerakan Positif melalui Social Media

Perkembangan teknologi yang kian berkembang pesat telah memberikan dampak positif maupun negatif pada kehidupan.

Manusia kemudian menjadikan teknologi sebagai alat yang terus mendukung kebutuhan sehari-hari. Salah satu yang kemudian memberikan peran penting adalah “new media” atau media baru.

New Media secara sederhana merupakan media yang terbentuk dari interaksi antara manusia dengan komputer dan internet secara khusus. Termasuk di dalamnya adalah web, blog, online social network, online forum, dsb yang menggunakan komputer sebagai medianya.

Sedangkan pengertian New Media dalam situs wikepedia yakni istilah yang dimaksudkan untuk mencakup kemunculan digital, komputer, atau jaringan teknologi informasi dan komunikasi di akhir abad ke-20. Sebagian besar teknologi yang digambarkan sebagai “media baru” adalah digital, seringkali memiliki karakteristik dapat dimanipulasi, bersifat jaringan, padat, mampat, interaktif dan tidak memihak. Beberapa contoh dapat Internet, website, komputer multimedia, permainan komputer, CD-ROMS, dan DVD. Media baru bukanlah televisi, film, majalah, buku, atau publikasi berbasis kertas.

Kehadiran New Media menjadikan interkasi antar manusia lebih mudah dan efisien. Salah satu yang termasuk dalam media baru adalah situs jejaring sosial. Salah satunya adalah Facebook. Situs jejaraing sosial yang diluncurkan pertama kali pada tanggal 4 Februari 2004 yang didirikan oleh Mark Zuckerberg bersama teman sekamarnya dan sesama mahasiswa ilmu komputer Eduardo Saverin, Dustin Moskovitz dan Chris Hughes. Awalnya hanya untuk mahasiswa Harvard, namun seiring berkembangnya minat untuk melakukan komunikasi lewat dunia maya, facebook meluas dan menjadi sebuah gaya hidup baru.

Jejaring Sosial

Semenjak berkembangnya situs jejaring pertemanan di Indonesia, pengguna di Indonesia meningkat drastis. Ada banyak situs jejaring yang bermunculan, misalnya saja plurk, twitter, facebook, koprol, dll. Berdasarkan data Socialbakers.com, Indonesia menempati posisi kedua terbanyak pengguna Facebook di dunia dengan jumlah 39.171.320 pengguna per 14 Juli 2011. Facebook sudah mencapai 17,72 % dari total penduduk. Facebook telah menjelma menjadi sebuah aktivitas di 17,72 % penduduk Indonesia. Menjalin hubungan di dunia maya bukanlah hal yang tidak mungkin, kehadiran Facebook memberi nuansa baru yang menyajikan kemudahan untuk berkomunikasi dengan orang lain di berbagai tempat. Dari kelompok pengguna Facebook di Indonesia, kelompok usia terbesar saat ini 18 - 24 dengan total 17.654.748 pengguna, diikuti oleh pengguna dalam usia 25 - 34.

Selain itu salah satu media jejaring sosial yang menjadi pesaing facebook adalah twitter. Berdasarkan penelitian Semiocast, lembaga riset media sosial yang berpusat di Paris, Prancis, ternyata jumlah pemilik akun Twitter di Indonesia merupakan yang terbesar kelima di dunia.Indonesia berada di posisi kelima dengan jumlah akun 19,5 juta, setelah disalip oleh Inggris Raya yang berhasil berada di posisi keempat dengan 23,8 juta akun. Sementara itu, posisi satu ditempati Amerika Serikat dengan 107,7 juta, posisi kedua diraih Brasil dengan 33,3 juta, dan Jepang di posisi ketiga dengan 29,9 juta akun.

Di Indonesia menjalin komunikasi atau melakukan interaksi dalam dunia maya merupakan pola perilaku yang kian maju, menurut hemat penulis ada hal positif yang dapat dikembangkan dari fenomena jejaring social media yang ada. Dengan cara, mengembangkan gerakan sosial lewat dunia maya. Gerakan sosial didefinisikan oleh Sztompka (2007) sebagai tindakan kolektif yang diorganisir secara longgar, tanpa cara terlembaga untuk menghasilkan perubahan dalam masyarakat mereka. Misalnya saja Akademi Berbagi yang awalnya bermula dari social media, lalu kemudian berkembang ke berbagai kota.

Menciptakan perubahan menjadi sebuah kewajiban, namun tidak semua orang akan merasakan keinginan untuk melakukan gerakan positif. Butuh pelopor, namun penulis yakin bahwa Indonesia memiliki pemuda-pemuda yang senantiasa berkarya. Jika gerakan sosial dapat tercipta dari facebook, twitter, dan beberapa jejaring sosial yang ada, tentu akan berdampak positif bagi peradaban yang ada.

Keberadaan New Media, antaranya web, blog, online social network, online forum, dsb dapat dimanfaatkan dengan optimal dalam melakukan langkah perubahan yang nyata. Jika kita tidak berubah, maka Perubahan yang akan merubah kita.

Mengatasi Perangkap

Dunia maya sebenarnya bisa menjadi sebuah perangkap indah bagi seluruh pengguna, terkadang seorang akan mengalami kecanduan. Hal yang perlu dikhawatirkan adalah hilangnya keinginan untuk berinteraksi dengan orang lain di dunia nyata. Sekarang, orang lebih memilih facebook bahkan betah berjam-jam di layar kaca laptop/ komputer untuk memandangi foto profil hingga status demi status.

Dalam sebuah artikel ilmiah menjelaskan bahwa pengguna nantinya akan tertarik ke dalam dunia artifisial. Seseorang yang teman-teman utamanya adalah orang asing yang baru ditemui di Facebook atau Friendster akan menemui kesulitan dalam berkomunikasi secara face-to-face. Perilaku ini dapat meningkatkan risiko kesehatan yang serius, seperti kanker, stroke, penyakit jantung, dan dementia (kepikunan), demikian menurut Dr Aric Sigman dalam The Biologist, jurnal yang dirilis oleh The Institute of Biology.

Akan tetapi, untuk menghindari hal tersebut maka melakukan gerakan-gerakan positif melalui new media bisa menjadi solusi dari berkembangnya citra negatif yang muncul. Berawal dari sederhana namun bisa menjadi luar bisa merupakan prestasi yang besar. Berbagi, dan saling membangun dalam social media akan jauh lebih baik. Kedepannya, ketika optimis melakukan perubahan sederhana memanfaatkan new media, maka bangsa ini bisa menjadi bangsa yang tangguh. Ayo berbuat dan optimis.! Indonesia Bisa!!



Like the Post? Do share with your Friends.

4 komentar:

  1. jangan kita diperbudak tekhnologi,, gunakanlah tekhonologi secara arif dan bijaksana sehingga tekhnologi bisa membawa kemajuan dalam kehidupan manusia..

    BalasHapus
  2. lanjutkan porgram ini,,
    i like it ,,saya dukung ...

    BalasHapus
  3. Saya seorang murid yang telah menerapkan program gerakan positif, secara membaca artikel anda saya jadi tertarik untuk mengajak anda bergabung dalam gerakan positif yang saya laksanakan. Berawal dari ide menjadi nyata, saya telah membuat gerakan positif yang bertujuan untuk memasukan teknologi di sekolah lebih maju. Dengan pembawaan gadget disekolah, saya yakin saya bersama teman2 akan mempunyai skill yang tidak dimiliki oleh tempat lain. nama gerakan tersebut adalah #DHDMGOMOBILE , dimana gerakan perubahan kreatif nonanarkis lewat jejaring sosial twitter, instagram, kaskus. Kami yakin bahwa sekolah di Indonesia sudah seharusnya mewajibkan teknologi yang sangat cukup di lingkungan sekolah. Mulai dariq internet cepat, pembawaan gadget yang diawasi dengan sistem ketat namun cerdas dan tidak membatasi kreatifitas siswa. dDengan membaca artikel anda, saya jadi lebih semangat untuk mulai mengadakan penelitian tentang hadphone, gadget dan teknologi di sekolah Indonesia vs sekolah maju. TRIMS :)

    BalasHapus
  4. Terima kasih ya gan atas artikelnya, thanks for sharing :) inspiratif..!!!

    BalasHapus

Komentar sahabat adalah Motivasiku!
Terima Kasih telah memberiku Motivasi!

IconIconIconFollow Me on Pinterest