Rabu, April 18, 2012

Gangguan Kepribadian yang ditandai oleh perilaku aneh atau eksentrik

Kelompok gangguan kepribadian ini meliputi gangguan paranoid, skizoid, dan skizotipal. Orang dengan gangguan ini sering memiliki kesulitan dalam berhubungan dengan orang lain, atau mereka menunjukkan sedikit atau tidak ada sama sekali minat dalam mengembangkan minat sosial.

1.Gangguan kepribadian Paranoid (paranoid disorder)
Trait penentu dalam gangguan kepribadian paranoid adalah perasaan curiga yang pervasif-kecenderungan untuk menginterpretasi perilaku orang lain sebagai hal yang mengancam atau merendahkan. Orang dengan gangguan ini sangat tidak percaya pada orang lain, dan hubungan sosial terganggu karena adanya gagguan paranoid yang dimiliki. Meski mereka mencurigai rekan kerja atau penyelia mereka dengan tidak berdasar tapi mereka yang mengida gangguan ini masih dapat bekerja.

Orang yang memiliki kepribadian paranoid cenderung terlalu sensitif terhadap keritikan baik itu nyata atau dibayangkan. Mereka marah pada ketikhormatan yang kecil, mudah marah dan tidak terimah bila mereka diperlakukan buruk, tidak mempercayakan rahasia peribadi pada orang lain karena mereka yakin bahwa informasih itu dapat digunakan untuk menyerang mereka. Senyuman atau lirikan dapat ditanggapi dengan kecurigaan, akibatnya mereka memiliki sedikit teman dan hubungan akrab. Saat mereka membangun hubungan dengan orang lain, mereka mencurigai kesetiaan walaupun tidak ada bukti yang mendukung. Mereka tidak mau disalahkan akan kesalahan mereka walaupun telah diberikan bukti-bukti, dan mereka dianggap oleh orang lain sebagai orang yang dingin, menjaga jarak, punya rencana licik, pembohong dan tidak memiliki rasa humor, mereka cenderum argumentative dan dapat mengajukan tuntutan hukum terhaadap orang yang diyakini memperlakukan mereka dengan buruk.

Meskipun kecurigaan dari orang yang menderita gangguan kepribadian paranoid sangat berlebihan dan tidak berdasar, pada gangguan ini tidak terdapat kehadiran delusi paranoid yang menandai pola piker dari orang yang menderita skizofrenia paranoid (misalnya keyakinan bahwa FBI berusaha menangkap mereka). Orang dengan gangguan paranoid cenderung tidak mencari penanganan untuk diri mereka sendiri, mereka berfikir bahwa orang lain adalah penyebab dari masalah mereka. Prevalensi yang dilaporka dari gangguan kepribadian paranoid dalam populasi umum berkisar anatara 0,5%-2,5% (APA, 2000).

2.Gangguan kepribadian Skizoid (schizoid personality disorder)
Isolasi social adalah ciri utama dari gangguan ini. Sering kali digambarkan sebagai penyendiri atau eksentrik, orang dengan kepribadian skizoidkehilangan minat pada hubungan social, emosi tampak dangkal atau tumpul, namun berada pada derajat yang lebih rendah dari skizofrenia. Seseorang dengan gangguan ini tampak jarang mengalami kemarahan atau sama sekali tidak pernah mengalami kemarahan, mereka tampak jauh dan menjaga jarak, wajah mereka cenderum tidak menampilkan ekspresi emosional, mereka jarang bertukar senyum social atau salam yang disertai anggukan kepada orang lain. Mereka tampak tidak terpengaruh terhadap pujian atau kritikan. Meski menjaga jarak dengan orang lain tapi mereka lebih baik dengan realitas daripada orang yang menderita skizofrenia.

Gangguan ini mulai dapat dikenali pada awal masa dewasa. Pria dengan gangguan ini jarang berkencang atau menikah. Sedangkan wanita dengan gangguan schizoid cenderum menerima ajakan romantic secara pasif dan menikah, namun mereka jaran berinisiatif untukmembina hubungan atau mengembangkan ikatan.

Akhtar (1987) menyatakan bahwa kemungkinan terdapat kesenjangan antara penampilan luar dengan kehidupan terdalam dari oaring dengan kepribadian schizoid. Perilaku menjauh dan menjaga jarak terhadap lingkungan social mungkin hanya ada dipermukaan saja, mereka juga memiliki sensitivitas yang kuat, rasa ingin tahu yang mendalam terhadap orang lain dan harapan terhadap cinta yang tidak bias mereka ekspresikan. Dalam beberapa kasus, sensitivitas diekspresikan dengan perasaan yang mendalam terhadap binatang dari pada terhadap sesame.

3.Gangguan Skizotipal (Schizotypal personality disorder)
Gangguan ini umumnya menjadi jelas pada awal masa dewasa. Diagnosis tersebut diberikan kepada orang yang mengalami kesulitan dalam membina hubungan dekat dan yang perilakunya, sikapnya, serta pola pikirannya yang aneh atau ganjil, namun tidak cukup terganggu untuk dapat didiagnosis sebagai skizofrenia. Mereka dapat menjadi sangat cemas dalam situasi social, bahkan saat berinteraksi dengan orang yang mereka kenal. Pikitang cemas dapat diakibatkan dari pikiran paranoid dibandingkan dengan ketakutan akan ditolak atau dievaluasi secara negative oleh orang lain (APA,2000).

Gangguan skizotipal lebih umum terjadi pada laki-laki disbanding perempuan dan diyakini menimpa sekitar 3 % dari populasi umum(APA,2000). Keeksentrikan dari gangguan schizoid terbatas pada kurangnya minat pada hubungan social. Sedangkan pada skizotipal merujuk pada cangkupan yang lebih luas dari perilaku, persepsi dan keyakinan-keyakinan yang ganjil. Orang dengan gangguan ini mengalami persepsi atau ilusi yang tidak umum, seperti kehadirang anggota keluarga yang telah meninggal, namun mereka menyadari bahwa hal tersebut tidak benar-benar ada. Mereka bias terlibat dalama “pikiran magis” ( keyakinan indera keenam), mereka memiliki penampilan yang berantakan, menunjukka sikap dan perilaku yang tidak umum, wajah mereka hanya menunjukkan sedikit emosi, mereka jarang tersenyum social pada orang laian atau mereka tertawa tidak jelas pada waktu yang keliru taua berbicara kepada diri mereka sendiri saat bersama dengan orang lain.

Like the Post? Do share with your Friends.

2 komentar:

  1. Sptinya aku paranoid nih-tll cemas
    Parah ya

    BalasHapus
  2. aku kena skizotipal,,adakah obatnya?share plis

    BalasHapus

Komentar sahabat adalah Motivasiku!
Terima Kasih telah memberiku Motivasi!

IconIconIconFollow Me on Pinterest