Minggu, April 08, 2012

Bingkisan Cerita dan Terima Kasihku

“Man Jadda Wajada”

Ungkapan itulah yang semula membuatku untuk berusaha yakin dan berjuang maksimal dalam Pertukaran Pemuda Antar Negara (PPAN), meskipun saya sadari ada banyak kekurangan dalam diri saya. Namun, salah satu pesan dari Hamka, seorang teman seperjuangan di lima besar kemarin, “Yang penting itu proses bro!” Sepakat dengannya, ini adalah proses yang nantinya akan menjadikan kita menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama. Yakinku seperti itu.



Mengikuti seleksi PPAN saya terinsipirasi dari kisah A.Fuadi dalam buku keduanya Ranah 3 Warna, dalam cerita yang dituliskan dibahas tentang PPAN, Kanada, dan usaha-usaha yang dilakukan untuk menggapai apa yang diinginkan. Program pertukaran pemuda ini pun awalnya hanya saya baca di novel R3W itu, hingga akhirnya saya bertemu dengan Kak Kiki, salah seorang alumni PPAN. Kak Kiki pernah ke Australia lewat Program AIYEP. Lewat cerita dan pengalamannya saya banyak belajar dan mulai membangun mimpi. Iyaa, saya selalu bermimpi kawan! Bahkan saat membaca Novel R3W saja saya sudah memvisualisasikan diri saya berada di Kanada. Tuhan selalu memberikan jalan bagi hambanya yang senantiasa berjuang dan berusaha.

Di Young Leader Summit 2011, saya bertemu dengan Mba Lenny yang notabene adalah alumni AIYEP juga. Mereka bisa lulus, kenapa saya tidak? Kukepal tanganku, dan kuucap dalam hati, “Bisa, bisa, bisa!”. Tekad mulai tertanam kuat, mimpi pun wajib untuk dihargai dengan berjuang maksimal.

Tanggal 25 Maret 2012, saya pun mengembalikan formulir lalu mengikuti tahapan seleksi pertama. Kemudian 28-29 Maret dilakukan seleksi tahapan selanjutnya.


Hingga akhirnya masuk ke-5 Besar. Di lima besar itu, saya sendiri sempat pesimis dengan kondisi saya yang penuh dengan kekurangan, namun satu hal yang membuat saya berani untuk optimis dan berjuang maksimal adalah orang-orang sekitar yang senantiasa memberi dukungan, semangat pun melejit. Saya akan berdosa jika saya lemah, dan tak menghargai dukungan yang telah ada.


Terlebih dukungan kedua orangtua, doa menjadi kekuatan bagi orang lemah seperti saya. Ada banyak hal baaru yang saya dapatkan dari proses ini, dan jika dituliskan saya rasa bisa menandingi Novel A.Fuadi. (*mimpi lagi).

Ayolah senyum pada mimpi,! Terkadang orang akan menertawakan mimpiku, dan saat itu terjadi, aku pun ikut tertawa. Dari tawa itu, aku belajar banyak. Perjalanan masih panjang, upaya masih perlu ditingkatkan.

Dan, sekali lagi, terima kasih pada keluarga, teman, penghuni sejati Rumah Nalar, PSIKOGENESIS, Forum Indonesia Muda, Young Leader Summit, Indonesian Young Changemakers Summit, yang senatiasa memberi inspirasi, doa, semangat, serta senyum.

*Spesial buat seseorang yang mengirimkan senyumnya dari hati, mungkin karena senyum itulah aku bisa seperti ini.

Benar kata kak Kiki, “Rejeki itu takkan tertukar”.
Bagi teman-teman yang telah mengirimkan ucapan di twitter, atau facebook, TERIMA KASIH. Semoga esok saya bisa bermanfaat bagi sesama,



Bahagia rasanya bisa bergabung di Keluarga PCMI! Ada keluarga baru.., ^_^


Like the Post? Do share with your Friends.

7 komentar:

  1. tidak ada yang mustahil kalau kita berusaha, niat yang baik dan berprasangka positif. Selamat bergabung dan maksimalkan potensi diri dimanapun berada. Congrats

    BalasHapus
  2. Nah jangan berhenti kejar mimpi mu cess, you're awesome. We are awesome . . . ^_^. Senang kenal sama anda ! hahahaha

    BalasHapus
  3. info yang bagus untuk di lihat

    BalasHapus
  4. kalau sudah takdir REJEKI TAK KAN LARI KEMANA-MANA :-)

    BalasHapus
  5. i like this gan,., info yang bagus

    BalasHapus
  6. Orang hebat adalah Orang yang berani bermimpi dan membayar mahal untuk mewujudkannya.

    Selamat buat Ananda.. moga Allah SWT senantiasa meridhoi setiap langkah sukses Ananda. Amin...

    BalasHapus

Komentar sahabat adalah Motivasiku!
Terima Kasih telah memberiku Motivasi!

IconIconIconFollow Me on Pinterest