Senin, Maret 19, 2012

Lukisan Bumi

Bumi mendekap desakan gelisah di nurani semesta
seketika merona menguak kebisingan dusta nestapa
sementara pelukis-pelukis dusta bersenandung ria
hilir mudik mereka berlalu tak punya malu

Rumahnya beratap awan kelam
secuil kebenaran mendekat lalu berhambur
menghilang mengelilingi janji ternoda
Di kala semua merayakan kebinasaan

Bumi senantiasa mendekap,
perih menderai menusuk jemarinya
genggaman perlahan melemah hilang arah
di kala semua merayakan kebinasaan

Kanvas mereka,
tertatih mendulang pedih di senja
kala harapan ikut tenggelam melirik malam
mereka tak punya malu


bagi mereka pemain nurani
pembunuh kebenaran bermahkota dusta
masih kalian merayakan dusta
di kala semua berbau kebinasaan

Bumi mulai berbincang penuh amarah,
dan menanti tanah kuburkan bangkai mereka
bersama segudang warna dusta para penghuni
sudah.., berhentilah merayakan kebinasaan

Sidrap, 15 Maret 2012




Like the Post? Do share with your Friends.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komentar sahabat adalah Motivasiku!
Terima Kasih telah memberiku Motivasi!

IconIconIconFollow Me on Pinterest