Sabtu, Februari 04, 2012

Indonesia“Negara Social Media”

Perkembangan teknologi telah menyajikan berbagai hasil temuan yang semakin mempermudah seseorang dalam melakukan aktivitas sehari-hari, dalam hal komunikasi misalnya. Sekarang, orang tidak lagi kesulitan jika ingin mengetahui kabar, saling bertatap muka, atau bertukar informasi. Lewat dunia maya, semua serasa mudah untuk dijalankan. Kehadiran berbagai jejaring sosial menjadi sebuah fenomena yang menciptakan kondisi yang mengubah pola kehidupan seseorang.

Salah satunya adalah Facebook. Situs jejaraing sosial yang diluncurkan pertama kali pada tanggal 4 Februari 2004 yang didirikan oleh Mark Zuckerberg bersama teman sekamarnya dan sesama mahasiswa ilmu komputer Eduardo Saverin, Dustin Moskovitz dan Chris Hughes. Awalnya hanya untuk mahasiswa Harvard, namun seiring berkembangnya minat untuk melakukan komunikasi lewat dunia maya, facebook meluas dan menjadi sebuah gaya hidup baru.

Dalam situs Socialbakers.com, sebuah situs yang menyajikan perkembangan statistik facebook memeperlihatkan bahwa facebook sudah terdapat di 213 negara di dunia. Berdasarkan data yang ditampilkan, pengguna facebook di seluruh dunia telah mencapai 812 juta pengguna, dengan pengguna facebook terbesar yakni 152,6 juta ditempati Amerika Serikat.

Indonesia dan Facebook

Semenjak berkembangnya situs jejaring pertemanan di Indonesia, pengguna di Indonesia meningkat drastis. Berdasarkan data Socialbakers.com, Indonesia menempati posisi kedua terbanyak pengguna Facebook di dunia dengan jumlah 39.171.320 pengguna per 14 Juli 2011. Indonesia seakan menjadi “negara social media” merupakan fakta yang harus diterima. Facebook mampu menghipnotis berbagai kalangan. Akan tetapi, enam bulan terakhir posisi tersebut mulai di lepas dengan adanya India yang memperlihatkan peningkatan pesat beberapa bulan terakhir.

Saat ini Indonesia menempati posisi ketiga terbesar pengguna facebook setelah Amerika dan India. Dengan total pengguna mencapai 43. 060 360 meningkat lebih dari 3.888.260 dalam enam bulan terakhir. Dan populasi pengguna Facebook sudah mencapai 17,72 % dari total penduduk. Di sisi lain, jumlah pengguna Facebook di Indonesia sudah hampir sama dengan populasi pengguna Internet di Indonesia.

Facebook telah menjelma menjadi sebuah aktivitas di 17,72 % penduduk Indonesia. Menjalin hubungan di dunia maya bukanlah hal yang tidak mungkin, kehadiran Facebook memberi nuansa baru yang menyajikan kemudahan untuk berkomunikasi dengan orang lain di berbagai tempat.

Selain itu, facebook juga dijadikan sebagai wadah menghimpun dukungan sosial. Lewat
facebook kita mampu mengumpulkan massa dengan membentuk grup, hal positif tersebut dapat mempersatukan kita untuk mengeluarkan aspirasi, guna melakukan perubahan yang diharapkan. Mengeluarkan ide, gagasan sosial lewat facebook mampu menjadi sebuah kekuatan dalam memulai sebuah pergerakan sosial, jelas metode lewat jejaring sosial lebih hemat tenaga maupun waktu.

Tahun 2009, bermunculan gerakan sosial yang diusung melalui Facebook dan berhasil mendapatkan simpati publik di Indonesia. Pada bulan Juni 2009, sebuah gerakan sosial lahir dari Facebook yakni mendukung pembebasan Prita Mulyasari, salah seorang pasien Rumah Sakit OMNI yang dipenjara karena dituduh melakukan pencemaran nama baik dengan menulis surat keluhan melalui internet. Kala itu, dukungan untuk Prita semakin keras ketika Pengadilan Tinggi Banten mengharuskan ibu dua anak itu membayar denda Rp 204 juta. Maka, lahirlah grup dan gerakan bertajuk 'Koin untuk Prita'. Hasilnya pihak RS OMNI pun mencabut gugatan perdatanya terhadap Prita Mulyasari.

Selain itu, 'Gerakan 1.000.000 Facebookers Dukung Chandra Hamzah & Bibit Samad Riyanto' yang diinisiasi Usman Yasin menjadi sebuah fenomena dalam memberikan dukungan sosial lewat facebook. Ada banyak grup ataupun gerakan-gerakan sosial yang bermunculan lewat facebook, namun tidak semuanya berhasil meraih simpati publik.


Gerakan Pemuda

Dunia maya sebenarnya menjadi sebuah perangkap indah bagi seluruh pengguna,
terkadang seorang akan mengalami kecanduan. Hal yang perlu dikhawatirkan adalah hilangnya keinginan untuk berinteraksi dengan orang lain di dunia nyata. Sekarang, orang lebih memilih facebook bahkan betah berjam-jam di layar kaca laptop/ komputer untuk memandangi foto profil hingga status demi status.

Dalam sebuah artikel ilmiah menjelaskan bahwa pengguna nantinya akan tertarik ke dalam dunia artifisial. Seseorang yang teman-teman utamanya adalah orang asing yang baru ditemui di Facebook atau Friendster akan menemui kesulitan dalam berkomunikasi secara face-to-face. Perilaku ini dapat meningkatkan risiko kesehatan yang serius, seperti kanker, stroke, penyakit jantung, dan dementia (kepikunan), demikian menurut Dr Aric Sigman dalam The Biologist, jurnal yang dirilis oleh The Institute of Biology.

Tentu facebook memiliki dampak positif dan negatif, sehingga dalam mengakses facebook kita harus bijak dan mampu melakukan kontrol diri untuk menghindari efek kecanduan. Secara psikologis, kecanduan dengan jejaring sosial akan timbul seiring dengan menurunnya kontrol diri dalam mengakses akun facebook kita. Dari kelompok pengguna Facebook di Indonesia, kelompok usia terbesar saat ini 18 - 24 dengan total 17.654.748 pengguna, diikuti oleh pengguna dalam usia 25 - 34.

Rentang usia tersebut merupakan masa-masa produktif dalam menciptakan karya untuk mencapai perubahan positif. Namun sebuah ketakutan yang perlu untuk diperhatikan adalah efek negatif seperti yang dijelaskan Dr Aric Sigman, yang berkaitan dengan kesehatan. Jelas, usia muda yang notabene adalah pengguna facebook ketika terserang penyakit keras akan mengganggu perkembangan kemajuan bangsa.

Sebagian besar pengguna besar adalah pemuda yang nantinya diharapkan memberikan dan membawa cahaya perubahan. Sewajarnya, pemuda mampu berpikir dengan bijak dalam menghadapi kondisi saat ini. Berbagai permasalahan bangsa bermunculan dan tak kunjung berhenti. Jika pemuda hanya berada di dalam indahnya facebook tanpa melakukan aksi nyata, maka kemajuan Indonesia akan menjadi sebatas mimpi yang tak terwujud.

Gerakan-gerakan pemuda melalui jejaring sosial sedini mungkin untuk diciptakan. Mengumpulkan massa, berbagi inspirasi, dan merumuskan sebuah solusi bisa dilakukan lewat faebook. Tak perlu terlalu banyak berkeluh kesah lewat facebook, curhat, dan menciptakan konsep diri negatif lewat facebook. Dari status-status yang di update, kebanyakan bernuansa negatif. Dari status yang bersifat keluah kesah, narsisme, dan lain-lain dapat tercermin pribadi yang lemah.

Indonesia adalah “negara social media” dengan tingkat user yang padat. Selain facebook, pengguna twitter di Indonesia pun tidak kalah dengan facebook. Sisi positif sebagai “negara social media” kita mampu mempromosikan Indonesia kepada dunia, memunculkan sisi positif lebih banyak dibandingkan sisi negatif dari Indonesia. Pemuda menjadi tonggak pergerakan yang baru di masa kini dan masa depan. Semoga “negara social media” mampu membawa dampak positif untuk bangsa Indonesia. Kini, menuju negara yang tangguh, kita dituntut untuk lebih kreatif dan senatiasa optimis dalam menghadapi sebuah permasalahan bangsa.

Dimuat di Koran Harian Fajar, 3 Februari 2012
Memperingati Berdirinya Facebook, 4 Februari

Like the Post? Do share with your Friends.

7 komentar:

Komentar sahabat adalah Motivasiku!
Terima Kasih telah memberiku Motivasi!

IconIconIconFollow Me on Pinterest