Senin, Januari 16, 2012

Sekelumit tentang Psikologi Remaja (Bagian 4/6)

G. Perkembangan Remaja dalam Lingkungan Keluarga, Sekolah, dan Teman Sebaya
Remaja dalam Keluarga

Pengertian Keluarga secara umum adalah lingkungan dimana terdapat beberapa orang yang masih memiliki hubungan darah. Sebelum seorang anak mengenal lingkungan yang lebih luas, ia terlebih dahulu mengenal lingkungan keluarganya. Oleh karena itu sebelum ia menganal norma-norma dan nilai-nilai dari masyarakat umum pertama kali ia menyerap norma-norma dan nilai-nilai yang berlaku dalam keluarganya untuk dijadikan bagian dari kepribadiannya. (Sarlito, 2010)

Peranan remaja dalam keluarga (Zwan, 2011)

a. Menghargai dan menghormati hak dan kewajiban antar anggota keluarga ( orangtua dan saudara)
b. Terlibat dalam pembicaraan dan pemecahan masalah yang dihadapi keluarga
c. Toleransi terhadap orangtua dalam hal perbedaan pendapat
d. Remaja harus memiliki kemampuan untuk memberikan alasan yang masuk akal terhadap suatu perbuatan atau keputusan yang diambil
e. Adanya keterbukaan dan komunikasi yang baik terhadap orang tua dan saudara. Sehingga orangtua dan saudara memiliki kepercayaan penuh terhadap apa yang dlakukan remaja diluar sepengetahuan mereka.
f. Orang tua memberikan rasa aman dan bebas kepada anak untuk mengadakan eksplorasi dalam rangka mengungkapkan pikiran dan perasaannya. Sehingga remaja harus memiliki tanggung jawab untuk mempergunakan kebebasan tersebut
g. Masing-masing anggota keluarga memiliki perasaan saling menyayangi, menciptakan keakraban, dan meluangkan waktu bersama keluarga.
h. Antara orangtua dan anak harus saling menaati peraturan tetapi tidak mengancam.

Hubungan dengan Orangtua
Blos (1979) mendefinisikan kematangan dalam konteks pemisahan keterkaitan antara remaja dan orang tua. Hal ini merupakan krisis individualis, pada saat ini remaja mempunyai kebutuhan untuk bergerak menjauhi orang tua dan menjalin hubungan dengan teman sebaya, namun tetap menempatkan orang tua sebagai objek yang penting.



Menurut Steinberg (dalam Santrock, 2002: 42) mengemukakan bahwa masa remaja awal adalah suatu periode ketika konflik dengan orang tua meningkat melampaui tingkat masa anak-anak. Peningkatan ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor yaitu perubahan biologis pubertas, perubahan kognitif yang meliputi peningkatan idealism dan penalaran logis, perubahan sosial yang berfokus pada kemandirian dan identitas, perubahan kebijaksanaan pada orang tua, dan harapan-harapan yang dilanggar oleh pihak rang tua dan remaja.

Collins (dalam Santrock, 2002: 42) menyimpulkan bahwa banyak orang tua melihat remaja mereka berubah dari seorang anak yang selalu menjadi seseorang yang tidak mau menurut, melawan, dan menantang standar-standar orang tua. Bila ini terjadi, orang tua cenderung berusaha mengendalikan dengan keras dan member lebih banyak tekanan kepada remaja agar mentaati standar-standar orang tua.
Dari uraian tersebut, ada baiknya jika kita dapat mengurangi konflik yang terjadi dengan orang tua dan remaja. Berikut ada beberapa strategi yang diberikan oleh Santrock, (2002: 24) yaitu : 1) menetapkan aturan-aturan dasar bagi pemecahan konflik. 2) Mencoba mencapai suatu pemahaman timbale balik. 3) Mencoba melakukan corah pendapat (brainstorming). 4) Mencoba bersepakat tentang satu atau lebih pemecahan masalah. 5) Menulis kesepakatan. 6) Menetapkan waktu bagi suatu tindak lanjut untuk melihat kemajuan yang telah dicapai.


Like the Post? Do share with your Friends.

6 komentar:

  1. motivasi bagi reamaja sangat diperlukan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Motivasi terkuat adlh motivasi yg muncul dr diri remaja itu sendiri.,

      Hapus
  2. yups,,
    faktor keluarga yang paling utama pastinya dan sangat berpengaruh pada karakter seorang anak..

    BalasHapus
  3. Semoga Remaja Indonesia bisa lebih baik,

    BalasHapus
  4. artikel yang sangat bermanfaat sekali ka,,
    sukses selalu yaah ka,,

    BalasHapus

Komentar sahabat adalah Motivasiku!
Terima Kasih telah memberiku Motivasi!

IconIconIconFollow Me on Pinterest