Selasa, Januari 03, 2012

Sekelumit tentang Psikologi Remaja (Bagian 2)

B. Perkembangan Seksual

Pengertian seksual secara umum adalah sesuatu yang berkaitan dengan alat kelamin atau hal-hal yang berhubungan dengan perkara-perkara hubungan intim antara laki-laki dengan perempuan. Karakter seksual masing-masing jenis kelamin memiliki spesifikasi yang berbeda hal ini seperti yang pendapat berikut ini : Sexual characteristics are divided into two types. Primary sexual characteristics are directly related to reproduction and include the sex organs (genitalia). Secondary sexual characteristics are attributes other than the sex organs that generally distinguish one sex from the other but are not essential to reproduction, such as the larger breasts characteristic of women and the facial hair and deeper voices characteristic of men (Microsoft Encarta Encyclopedia 2002)

Pendapat tersebut seiring dengan pendapat Hurlock (1991), seorang ahli psikologi perkembangan, yang mengemukakan tanda-tanda kelamin sekunder yang penting pada laki-laki dan perempuan. Menurut Hurlock, pada remaja putra : tumbuh rambut kemaluan, kulit menjadi kasar, otot bertambah besar dan kuat, suara membesar dan lain,lain. Sedangkan pada remaja putri : pinggul melebar, payudara mulai tumbuh, tumbuh rambut kemaluan, mulai mengalami haid, dan lain-lain.

Seiring dengan pertumbuhan primer dan sekunder pada remaja ke arah kematangan yang sempurna, muncul juga hasrat dan dorongan untuk menyalurkan keinginan seksualnya. Hal tersebut merupakan suatu yang wajar karena secara alamiah dorongan seksual ini memang harus terjadi untuk menyalurkan kasih sayang antara dua insan, sebagai fungsi pengembangbiakan dan mempertahankan keturunan.

C. Perkembangan Kognitif

Konsep perkembangan kognitif yaitu :
1) Pemikiran Operasional Formal
Berlangsung antara usia 11-15 tahun pemikiran operasional formal abstrak, idealistis, dan logis daripada pemikiran operasional konkret.

2) Pengambilan Keputusan
Masa remaja ialah masa dimana semakin meningkatnya masa pengambilan keputusan. Remaja perlu lebih banyak peluang untuk mempraktekkan dan mendiskusikan keputusan yang realistis.

Menurut Piaget (1954) remaja didorong untuk membangun dunianya dengan kognitifnya sendiri dimana informasi tidak hanya tercurah kedalam benak mereka dari lingkungan tetapi untuk memahami dunianya remaja mengorganisasikan pengalaman mereka dan remaja menyusaikan diri dengan dua cara yaitu asimilasi dan akomodasi. Dalam Teori Kognitifnya, Piaget meyakini bahwa terjadi pergeseran antara tahap keseimbangan kognitif (equilibrum) ke tahap ketidakseimbangan kognitif ketika asimilasi dan akomodasi berlangsung sehingga menimbulkan perubahan kognitif.

Tahap-tahap perkembangan kognitif remaja menurut PIAGET:

1. Pemikiran Operasional Formal
Remaja mulai berpikir lebih seperti ilmuwan, menyusun rencana pemecahan masalah, dan secara sistematis menguji cara-cara pemecahan yang dipikirkannya. Penalarannya diberi nama Hypothetical-deductive reasoning

2. Pemikiran Operasional Formal Tahap Awal dan Tahap Akhir
- Tahap Awal : pada fase ini terjadi peningkatan kemampuan remaja untuk berfikir dengan menggunakan hipotesis membuat mereka mampu berpikir bebas dengan kemungkinan tak terbatas. Pada fase ini realitas terkalahkan dan banyak terjadi asimilasi.
- Tahap Akhir : pada fase ini remaja mengujikan hasil penalarannya pada realitas dan terjadi pemantapan cara berpikir operasional formal. Hal ini menyebabkan kembalinya keseimbangan intelektual yang sejalan dengan usaha remaja untuk mengakomodasi gejolak kognitif yang dialaminya.

To be continue..

Like the Post? Do share with your Friends.

1 komentar:

  1. dpt pelajaran penting disini...
    pa kabar sob? ada award spesial utkmu, mohon diambil ya

    BalasHapus

Komentar sahabat adalah Motivasiku!
Terima Kasih telah memberiku Motivasi!

IconIconIconFollow Me on Pinterest