[Saatnya kembali menulis puisi, "Menulis, menulis, menulis" semangat dari Taufik Ismail]
Naung sembari menghirup sesak
dedaunan di sekitar tak lagi hijau
ranting sekiranya menyisahkan kisah
sebatas kicau menghilang, hampa
di sebuah persinggahan itu,
rerumputan menggemakan nafas
namun tidak untuk kekeliruan
sebuah gundah menawarkan hiasan perisai
ruang tidak membungkam
di sebuah persinggahan itu,
Kereta memperdengarkan gerak roda
di lambaikan asap di sebuah asa
melaju tanpa senja sempat meniruku
sudah...
sudah saatnya,
persinggahan baru menanti,
ruang tak lagi membungkam,
kau mendamba kebebasan
maka pergilah mengadu ria pada alam
tersimpan kisah pada lembaran daun
berguguran, dan siap berganti
lebih hijau,
di sebuah persinggahan baru.

di sebuah tempat untuk berhenti sejenak..
BalasHapusmencecap nafas untuk kembali meraih asa.
ah saya nggak pinter beginian. hahaha
assalamualaikum..
BalasHapussudah ditemukan kah tempat yang lebih hijau itu, wawank?
salam
menuju sebuah muara dimana.. disana segalanya bisa bebas...lepas.... #kok nggak mirip ya..he.he..
BalasHapusbagus banget puisinya gan
BalasHapussemoga saja bermanfaat...
puisi yang sangat sangat bagus,,
BalasHapussalam kenal z ka,,
puisi yang bagus
BalasHapusyang di atas photo agan sama bang taufik?
kren tuh gambar nya :d
BalasHapuspuisi yang sangat bagus.. makasih
BalasHapus