Rabu, Januari 18, 2012

Di Sebuah Persinggahan


[Saatnya kembali menulis puisi, "Menulis, menulis, menulis" semangat dari Taufik Ismail]


Naung sembari menghirup sesak
dedaunan di sekitar tak lagi hijau
ranting sekiranya menyisahkan kisah
sebatas kicau menghilang, hampa

di sebuah persinggahan itu,

rerumputan menggemakan nafas
namun tidak untuk kekeliruan
sebuah gundah menawarkan hiasan perisai
ruang tidak membungkam
di sebuah persinggahan itu,

Kereta memperdengarkan gerak roda
di lambaikan asap di sebuah asa
melaju tanpa senja sempat meniruku
sudah...

sudah saatnya,

persinggahan baru menanti,
ruang tak lagi membungkam,

kau mendamba kebebasan
maka pergilah mengadu ria pada alam
tersimpan kisah pada lembaran daun
berguguran, dan siap berganti

lebih hijau,
di sebuah persinggahan baru.



Like the Post? Do share with your Friends.

8 komentar:

  1. di sebuah tempat untuk berhenti sejenak..
    mencecap nafas untuk kembali meraih asa.

    ah saya nggak pinter beginian. hahaha

    BalasHapus
  2. assalamualaikum..
    sudah ditemukan kah tempat yang lebih hijau itu, wawank?
    salam

    BalasHapus
  3. menuju sebuah muara dimana.. disana segalanya bisa bebas...lepas.... #kok nggak mirip ya..he.he..

    BalasHapus
  4. bagus banget puisinya gan
    semoga saja bermanfaat...

    BalasHapus
  5. puisi yang sangat sangat bagus,,
    salam kenal z ka,,

    BalasHapus
  6. puisi yang bagus
    yang di atas photo agan sama bang taufik?

    BalasHapus
  7. puisi yang sangat bagus.. makasih

    BalasHapus

Komentar sahabat adalah Motivasiku!
Terima Kasih telah memberiku Motivasi!

IconIconIconFollow Me on Pinterest