Minggu, November 20, 2011

Sepucuk Resah

Suara-suara berdengung di malam mendung
kala mereka terlampau banyak bicara
sementara sepucuk resahku masih kubiarkan di atas menara
gumamku merekah pada kebisuan ujung langit
disana bintang tak lagi menunggumu,

kalimat-kalimat sesak terdengar dalam gelombang datar
kutuangkan intonasi pilu yang telah memenjara hening
di suatu malam saat kau terlampau banyak bicara
seraya jarum jam mendesisikan putaran yang lumrah
disana bintang terkadang menyembunyikan sinarnya

karena jenuh dengan sebaris arti yang memantulkan sepi
kubaringkan mimpi yang bermimpi dalam bintang
di suatu malam saat kau terlampau banyak bicara
aku terperangkap setelah puluhan tahun menelusuri belantara kebebesan
lentera meredup di langkah kelima,

Kini aku terlahir di sebuah kota tak berpenghuni
tempat para burung masa silam merdeka untuk berkicau
dan menjelma menjadi bentangan alam yang damai

kini aku terdampar di sudut kisah yang tak berkasih
tempat dimana kau kutemukan bersedih berpakaian putih
disini, aku menantimu bersama satu bintang yang berselimutkan kasih


Anging Mamiri, 21 November 2011


Like the Post? Do share with your Friends.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Komentar sahabat adalah Motivasiku!
Terima Kasih telah memberiku Motivasi!

IconIconIconFollow Me on Pinterest