Minggu, November 20, 2011

Gaya Berpikir dan Belajar

Gaya berpikir dan belajar merupakan cara yang dipilih seseorang untuk menggunakan kemampuannya (Sternberg, 1997 dalam Santrock, 2004). Terdapat dua jenis dikotomi cara pembelajaran, yaitu impulsif/reflektif dan mendalam/dangkal

1) Gaya Impulsif/Reflektif

Gaya ini disebut juga dengan gaya tempo konseptual, yakni murid cenderung bertindak cepat dan impulsif atau menggunakan lebih banyak waktu untuk merespon dan merenungkan akurasi dari suatu jawaban. Dibandingkan murid dengan gaya impulsive, murid reflektif cenderung lebih mampu menentukan sendiri tujuan belajar dan berkonsentrasi pada informasi yang relevan.

2)Gaya Mendalam/Dangkal

Inti dari gaya ini adalah sejauh mana murid mempelajari materi belajar dengan suatu cara yang membantu mereka untuk memahami makna materi tersebut atau sekedar mencari apa yang perlu dipelajari. Murid dengan gaya belajar dangkal tidak bias mengaitkan apa yang mereka pelajari dengan kerangka konseptual yang lebih luas, sedang pelajar mendalam cenderung lebih aktif dalam memahami apa yang mereka pelajari dan memberi makna pada apa yang mereka perlu ingat. Deep learner melakukan pendekatan konstruktivis dalam aktivitas belajarnya dan mampu memotivasi dirinya sendiri untuk belajar, sedang surface learner cenderung termotivasi ketika ada penghargaan dari luar.


3) Analitik vs Holistik

Beberapa siswa cenderung memisahkan stimulus-stimulus dan tugas-tugas mereka menjadi beberapa bagian (pendekatan analitik), sedangkan beberapa siswa lainnya (pendekatan holistik) cenderung memandang tugas dan stimulus yang mereka terima sebagai satu
kesatuan yang utuh dan tidak dapat dipisahkan satu sama lain (Ormrod, 2008).

4) Verbal vs Visual

Beberapa siswa biasanya dapat belajar dengan lebih baik jika menggunakan gaya belajar verbal atau penyajian informasi dalam bentuk kata-kata. Namun sebagian lainnya juga lebih mampu memahami pelajarannya jika belajar dengan gaya belajar visual yaitu apabila informasinya disajikan dalam bentuk gambar (Ormrod, 2008)


Like the Post? Do share with your Friends.

3 komentar:

  1. Bagusnya kalau judul buku sumber rujukan ditulis juga, tidak hanya pengarang dan tahunnya

    BalasHapus
  2. Bagusnya kalau judul buku sumber rujukan ditulis juga, tidak hanya pengarang dan tahunnya

    BalasHapus
  3. terima kasih, masukan diterima

    BalasHapus

Komentar sahabat adalah Motivasiku!
Terima Kasih telah memberiku Motivasi!

IconIconIconFollow Me on Pinterest