Sabtu, November 26, 2011

Disabilitas Dan Pandangan Masyarakat

Dewasa ini, masyarakat cendrung bersikap apatis dengan lingkungan dan permasalahan yang ada di sekitarnya. Entah apa penyebabnya, bisa saja inilah dampak dari keadaan bangsa yang kehilangan identitas dan perkembangan yang pesat di masa modern.

Bobroknya nilai-nilai moral di Indonesia tercermin dalam perilaku para pemegang kekuasaan yang dengan seenaknya melakukan tindakan-tindakan yang mencederai kepercayaan masyarakat luas. Miris, melihat potret ibu pertiwi yang tengah bersedih dengan nasib yang harus diterima.

Jika kita mengerucutkan gambaran masyarakat yang terkesan apatis, di zaman ketika uang dipuja-puja sebagai Tuhan. Dengan uang antar manusia diukur dan ditentukan, masih adakah rasa saling peduli terhadap sesama jika zaman telah berubah? Bagaimana pandangan masyarakat terhadap penyandang disabilitas di Indonesia? Masihkah masyarakat memandang positif para penyandang disabilitas?

Menurut PBB, jumlah penyandang disabilitas di seluruh dunia diperkirakan sekitar 600 juta jiwa dan di Indonesia di asumsikan oleh WHO sekitar 7 – 10 persen dari seluruh penduduk yang ada. Asumsi WHO yang terakhir untuk tahun 2011 mencapai 15 persen. Penyandang disabilitas yang dalam percakapan sehari-hari disebut sebagai orang cacat, sering dianggap sebagai warga masyarakat yang tidak produktif, tidak mampu menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sehingga hak-haknya pun diabaikan.

Masyarakat umum terkadang memandang sebelah mata para penyandang disabilitas. Dengan kekurangan fisik yang dimiliki, maka masyarakat menganggapnya individu yang tidak bisa apa-apa. Dalam Kartun.net, situs yang memiliki kepedulian tinggi terhadap penyandang disibilitas menjelaskan pengertian penyandang disabilitas sebagai berikut; bahwa penyandang disabilitas merupakan individu yang mengalami kerusakan atau kelainan fisik dan/atau mental yang dapat menghambat atau membatasi aktivitas kehidupannya. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa penyandang disabilitas tidak dapat berfungsi sepenuhnya seperti individu-individu lainnya.

Disabilitas dan Pendidikan

Di Indonesia, berdasarkan Undang-Undang No. 4 Tahun 1997 tentang Penyandang Cacat, jelaslah bahwa kesetaraan dan non-diskriminasi merupakan salah satu syarat dari terbukanya berbagai akses bagi orang dengan disabilitas. Undang-undang tersebut mengandung berbagai hak terkait penyandang disabilitas, yakni dalam bidang-bidang pendidikan, ketenagakerjaan, kesetaraan dalam pembangunan dan dalam menikmati hasil pembangunan, aksesibilitas, rehabilitasi dan kesejahteraan sosial, serta pengembangan bakat dan kehidupan sosial secara setara. Namun pada tulisan ini, yang akan dibahas adalah pendidikan dan disabilitas.

Penyandang disabilitas tentu berhak untuk menikmati pendidikan. Pendidikan adalah sebuah bom yang akan meluluhlantakkan kebodohan dan keterbelakangan Indonesia. Maka dari itu, pendidikan wajib untuk semua orang, begitupun untuk penyandang disabilitas. Sejak tahun 2003, pendidikan untuk anak-anak penyandang disabilitas mulai berkembang.

Menurut Groce (2003) di berbagai negara anak-anak penyandang disabilitas dianggap tidak mampu belajar, apa pun disabilitas yang dialami. Selain itu, mereka juga kerap kali dianggap sebagai pengganggu atau penghambat dalam proses pembelajaran (Groce, 2003). Undang Undang No. 20 tahun 2003 mengenai system pendidikan nasional mengemukakan hak penyandang disabilitas untuk mendapatkan pendidikan khusus. Sejak itu pulalah pemerintah menunjuk beberapa sekolah khususnya di Jakarta untuk menjadi sekolah inklusi. Sekolah inklusi merupakan sekolah umum yang memberikan kesempatan belajar bagi penyandang disabilitas.

Selain sekolah-sekolah Negeri yang ditunjuk oleh pemerintah, beberapa sekolah swasta pun membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk memperoleh pendidikan. Kemudian di dalam Peraturan Pemerintah No. 10 Tahun 2010 ditambahkan bahwa setiap tingkatan pendidikan harus menerima peserta didik tanpa diskriminasi, termasuk diskriminasi berdasarkan kondisi fisik dan mental. Namun, hingga kini, 90% dari 1,5 juta anak dengan disabilitas justru tidak dapat menikmati pendidikan.


Semangat non-diskriminasi telah muncul di dalam kebijakan sektor pendidikan. Namun di tahap pelaksanaan, hak untuk diperlakukan secara setara di sekolah umum tidak dapat berjalan. Pendidikan konvensional melihat bahwa masalah disabilitas sebagai hambatan siswa untuk memperoleh pencapaian sebagaimana ‘siswa normal’. Pada kebanyakan kasus, siswa yang berasal dari sekolah khusus menghadapi perlakuan diskriminatid karena pencapaian/tingkat pendidikannya direndahkan dan dibedakan. Salah satunya adalah dengan Ijazah yang mereka miliki tidak dapat digunakan untuk melamar pekerjaan.

Sekolah reguler yang menyelenggarakan pendidikan inklusif belum sepenuhnya mampu memberikan layanan khusus yang berbeda bagi anak-anak yang membutuhkan. Para guru di sekolah inklusi juga masih belum sepenuhnya memahami perbedaan gangguan perilaku dan mental dalam tiap diri anak berkebutuhan di sekolah. Akibatnya, para guru sering kewalahan menghadapi keseharian anak-anak di sekolah.

Agustina Indriati, psikolog dari Pusat Kajian Disabilitas UI, mengatakan dalam pelayanan sekolah inklusi, para guru mesti memahami setiap kebijakan dan layanan pendidikan yang diberikan bagi siswa haruslah berprinsip pada kepentingan terbaik siswa. Mereka jangan diperlakukan dengan perspektif "kasihan". Jika pandangan para guru memperlakukan penyandang disabilitas hanya dengan perspektif “kasihan” , itu akan menghambat proses transfer ilmu dan segala perlakuan akan bermasalah. Sejatinya, para penyandang disabilitas wajib mendapatkan haknya. Sekolah inklusif di indonesia butuh perhatian khusus, dalam menciptakan pandangan masyarakat yang lebih baik.


Dengan diperhatikannya sekolah inklusif maka pandangan masyarakat dapat sedikit demi sedikit tercerahkan. Selain itu, di sekolah reguler yang menerima penyandang disabilitas kandang mendapatkan teguran dari orangtua. Orangtua biasanya merasa risih bila anaknya yang normal harus bersama dengan penyandang disabilitas. Hal inilah yang harus diupayakan agar diskriminasi tidak berkembang, dan para masyarakat mampu menghargai perbedaan.

Pada dasarnya, pandangan masyarakat hari ini terhadap penyandang disabilitas masih memprihatinkan. Dimana masyarakat belum memberikan ruang untuk menerima dan memahami penyandang disabilitas. Paradigma yang berkembang adalah mereka adalah orang cacat,yang tidak bisa melakukan hal-hal yang biasanya seperti orang normal. Mereka penuh kekurangan, namun sebenaranya tidak. Banyak para penyandang disabilitas yang mampu menjadi teladan dengan memiliki semangat pantang menyerah untuk menerima kehidupannya. Contohnya, Habibie Afsyah sukses dari internet marketing, Sukrawan pernah menjuarai penabuh drum terbaik versi RRI Bali tahun 2009, Irma Suryati, Ia kini mempunyai usaha kerajinan keset dengan modal kain-kain sisa. Kini ia bahkan sudah sampai mengekspor karyanya ke beberapa negara dan ia kini memiliki 2.500 pengrajin dan 150 diantaranya adalah penyandang disabilitas. Kemudian, Nicholas Vujicic: “tak ada produk tuhan yang gagal” pesannya. Dalam bukunya “Life Without Limits” ada banyak pelajaran yang bisa dipetik. Penyandang disabilitas bisa lebih baik dari orang normal.


Peran Kertun.net

Kurangnya pemahaman akan disabilitas menjadi salah satu faktor munculnya perilaku- perilku tersebut. Saat ini, dunia maya menjadi sebuah ruang yang sangat berpengaruh dalam melakukan perubahan besar. Masyarakat saat ini gemar untuk menghabiskan waktunya untuk bermain dalam dunia maya, dan menjadi orang yang tidak produktif. Tidak sedikitpula orang atau kelompok yang menjadikan dunai maya sebagai kesempatan untuk melakukan perubahan, sebut saja Kartun.Net.

Kartunet yang merupakan kliping dari dua kata yaitu “karya” dan “tunanetra” pada awalnya merupakan nama situs yaituwww.kartunnet.co (Karya Tunanetra Community),. Sesuai dengan namanya, situs ini dibuat dan dikelola oleh sekelompok tunanetra, namun isinya ditujukan kepada masyarakat umum untuk mempublikasikan kreasi dari penyandang disabilitas baik berupa karya sastra, penyajian berita, artikel mengenai teknologi, maupun informasi-informasi lain yang berkaitan dengan isu disabilitas.

Tujuan pembuatan situs ini adalah sebagai sarana publikasi khususnya mengenai isu-isu disabilitas demi mendukung terwujudnya masyarakat Indonesia yang inklusif. Selama ini pemahaman masyarakat mengenai disabilitas masih terbatas. Disabilitas seringkali dipandang sebagai sebuah keanehan, keterbatasan atau kelemahan, sehingga para penyandang disabilitas dipandang sebagai individu-individu yang lemah, tidak berpotensi dan tidak berdaya. Dengan visi “Akselerasi mewujudkan masyarakat Indonesia yang inklusif dengan Kartunet.com sebagai media informasi terdepan dalam pengembangan dan eksplorasi potensi/keahlian penyandang disabilitas”

Kartun. Net merupakan salah satu bentuk kepedulian dan sebuah gebrakan besar untuk menyelamatkan dan menghapuskan diskriminasi bagi para penyandang disabilitas. Salah satunya dengan melakukan kegiatan ini, memperingati hari internasional penyandang disabilitas (dahulu disebut penyandang cacat) 3 Desember 2011, menyelenggarakan kontes blogging semi SEO yang mengusung tema “Disabilitas dan Pandangan Masyarakat”. Sebuah inovasi yang mampu memberikan harapan untuk mengubah keadaan para penyandang disabilitas.

Tentunya, ketika disabilitas dituliskan pada mesin pencari Google, akan ada banyak artikel yang menjelaskan disabilitas. Saat ini sumber pengetahuan tidak lagi bertumpu pada guru, perpustakaan dan buku, melainkan telah beralih ke internet sebagai ujung tombak globalisasi informasi. Googling akan membantu mengubah paradigma berpikir masyarakat dalam memahami disabilitas. Kegiatan kartun.net dengan mengadakan kegiatan ini akan sangat berdampak positif bagi pemberantasan diskriminasi. Ini akan menjadi hadiah terindah yang akan diberikan kartun.net bagi kehidupan para penyandang disabilitas.

Harapan kepada masyarakat umum, khususnya para blogger, dapat lebih mengenal dunia disabilitas dan dapat ikut berpartisipasi dalam mewujudkan masyarakat tanpa diskriminasi (inklusif) sepertinya akan terwujud bila kegiatan seperti ini dipertahankan, dilanjutkan dan ditingkatkan. Ditambah dengan artikel/opini serta info-info perkembangan yang ada di kartun.net tentunya akan menambah wawasan bagi para pengunjung.

Namun kedepannya, saya berharap kartun.net akan melakukan kegiatan-kegiatan yang sasarannya berupa para siswa SD, SMP, SMA bahkan mahasiswa dalam menumbuhkan pemahaman akan disabilitas. Dengan memanfaatkan internet, kartun.net bisa mengumpulkan orang-orang yang peduli terhadap keadaan penyandang disabilitas yang masih merasakan diskriminasi. Mulai dari sabang sampai merauke, tiap kota ada anggota kartun.net yang akan membantu dan meyebarkan benih-benih kebaikan untuk menjelaskan akan indahnya perbedaan. Semoga, Kartun.net akan selalu ada dan bertahan dalam memperjuangkan para saudara-saudara kita yang menyandang disabilitas.

Sesungguhnya penyandang disabilitas tidak ingin dikasihani, tetapi perlu diberikan kesempatan dan fasilitasi yang memadai agar kelebihan yang diberikan oleh Tuhan Yang Maha Esa memberikan kebanggaan bagi keluarga serta dapat disumbangkan untuk membangun nusa dan bangsanya. Fasilitasi itu merupakan wujud cinta kasih sesama anak bangsa dan sekaligus sumbangsih bagi kemanusiaan yang merupakan bukti nyata dari kehidupan berbangsa yang Pancasilais. Tinggal menghitung hari, maka saya mengucapkan Selamat Hari Disabilitas Dunia dan semoga kita diingatkan bahwa hanya dengan persatuan dan saling peduli terhadap sesama, bangsa kita akan menjadi bangsa yang besar, kuat dan jaya.

Like the Post? Do share with your Friends.

12 komentar:

  1. mereka juga manusia lho, jadijgn menyepelekan mereka.

    BalasHapus
  2. well, terkadang memang semuanya harus berawal dari empati. sekalinya kita berempati sama siapapun yaa harus nggak boleh beda-bedain.. mungkin kadang masih suka nganggep sebelah mata, tapi dengan membayangkan berada di posisi mereka mungkin akan bisa mengubah pandangan kita.

    entahlah, just my opinion

    BalasHapus
  3. Terima kasih informasinya, blognya ringan gan.. ayo galakan kepedulian masyarakat terhadap para penyandang cacat di Indonesia.

    Pernahkah anda merasa betapa kasihannya para penyandang cacat di Indonesia?.

    Bagaimana tanggapan keras anda mewujudkan Indonesia akan hak para orang cacat?

    BalasHapus
  4. artikel yang sangat menarik mba..... memang di negeri tercinta ini, masih minim banget perhatian terhadap para penyandang cacat, konon lagi bagaimana membantu mereka, memberdayakan mereka agar bisa hidup lebih baik. semoga ke depannya akan ada titik cerah bagi mereka ya mba.

    BalasHapus
  5. semoga pandangan masyrakt bisa positif....!!!

    BalasHapus
  6. Terima kasih informasinya, blognya ringan gan.. ayo galakan kepedulian masyarakat terhadap para penyandang cacat di Indonesia.

    Pernahkah anda merasa betapa kasihannya para penyandang cacat di Indonesia?.

    Bagaimana tanggapan keras anda mewujudkan Indonesia akan hak para orang cacat Disabilitas dan Pandangan Masyarakat untuk sekarang ini?

    BalasHapus
  7. artikel yang menarik...

    Seharusnya mereka ( disabilitas ) yang dikatakan sempurna. Karena banyak dari mereka yang lebih menikmati hidup di atas kekurangan mereka daripada kita yang katanya sempurna. Merekalah tempat kita bercermin untuk lebih mensyukuri hidup.

    BalasHapus
  8. hello thank you for the helpful information

    BalasHapus
  9. artikelnya sangat menginspirasi, semoga sukses kontesnya sob

    BalasHapus
  10. Yuk rame-rame dukung kontes disabilitas di Indonesia biar meriah..disabilitas di Indonesia harus ditingkat, ditingkatkan apanya?? ditingkatkan akan kepedulian dan kasih sayang terhadap para disabilitas...
    Disabilitas dan Pandangan Masyarakat
    Disabilitas dan Pandangan Masyarakat
    Informasi Lengkap Online | Curhat Pengalamant

    BalasHapus
  11. Blognya makin rame aja gan, sukse untuk kontsnya, mari sama2 semangat, ane muviblogiztic

    BalasHapus

Komentar sahabat adalah Motivasiku!
Terima Kasih telah memberiku Motivasi!

IconIconIconFollow Me on Pinterest