Jumat, Juli 29, 2011

Bukan Ragu, tapi Cin(T)a

Kau...,
Pagi...,
menambahkan dua buah titik
pada garis cakrawala

Kau...,
Pagi...,
menata tiang-tiang langit
berdiri kokoh

Kau dan Pagi
tetaplah hadir di balik semunya cinta

Kau dan Pagi
tetaplah hadir pada garis tepi
di sudut-sudut langit


menapak harimu dalam keraguan
bukanlah jalan indah
menjalani hidupmu
haruslah selalu berpijak pada garisNya

Pagi hanyalah hal yang mudah dipahami
jika kau menjaganya dengan syukur,
entah kau pahami sendiri atau tidak
namun kukirimkan padamu

Surat telah kukirim melalui angin pagi
untuk menghapus ragumu


Like the Post? Do share with your Friends.

2 komentar:

  1. keren...puisi cinta yg padat tapi bermakna

    BalasHapus
  2. Saya hanya bisa terdiam dan termenung saat membaca puisi atau mendengar orang berpuisi karena saya tidak bisa buat puisi...


    Salam kenal sobat semoga selalu terjalin silaturahmi diantara kita.....

    BalasHapus

Komentar sahabat adalah Motivasiku!
Terima Kasih telah memberiku Motivasi!

IconIconIconFollow Me on Pinterest