Rabu, Juli 06, 2011

Ayah


Diam termenung, berdamai dengan nasib
menunggu kabar demi kabar membawa bahagia
dari rindumu kau hadiahkan doa mujarab
dari resahmu kau curahkan namaku melantun syahdu
Itu doa, bukan gelisah berselimut amarah

Berapa, dimana, kemana, bagaimana dan siapa?
ayah bertanya,
aku menjawab,
ayah memberi nasehat, aku mendengar
ayah..., ayah..,
hari ini kau menamparku

mengingatkanku pada kesalahan-kesalahanku
dari suaramu, aku tersadar
aku bahagia,
biar kau menamparku seribu kali, aku bahagia

Kau ayahku, dari kesalahanku hari kemarin
ada janji menancapkan ujungnya di batinku
untuk ayah, dan untuk bahagianya pula

Terima Kasih Ayah......,

Like the Post? Do share with your Friends.

4 komentar:

  1. Justru dia nampar kita karena dia mengakui kita sebagai anak dan menyayangi kita, klo dia ngediemin kita biarpun kita salah baru kita mesti curiga dia ayah kita apa bukan? kok anaknya salah didiemin aja hhe...

    BalasHapus
  2. @Ferdinand= Pastinya.., itulah bukti kasihnya

    BalasHapus
  3. walaupun ayah kalau marahin kita seram, tapi demi kebaikan kita... ayah bekerja karena Allah..,lho

    BalasHapus
  4. Tulisannya kren bro :), salam kenal yah :)

    BalasHapus

Komentar sahabat adalah Motivasiku!
Terima Kasih telah memberiku Motivasi!

IconIconIconFollow Me on Pinterest