Sabtu, Mei 28, 2011

Di Ujung Pelangi

Pandanganku terpaku pada langkah hatiku sendiri yang mulai memperlihatkan arahnya. Sejauh ini aku mulai mengemas perasaanku dalam kemasan ekonomis dengan harga yang terjangkau untuk batinku sendiri. Selebihnya, engkau ingin mengupasnya atau melihat dalamnya, itu terserah kau sendiri. Aku membebaskan rasa namun mengikat keindahanmu dalam nuansa berbeda dan dimensi berbeda dalam pikiranku. Hidup ini telah mengajarkan kita untuk selalu berbagi, jika kemarin aku mengenalmu dan bertemu denganmu di suatu taman kota, maka esok atau lusa kita akan berpisah. Tapi sebelum waktu mengundang perpisahan menemui kita, aku berharap hari ini kau menjelaskan apa yang belum kumengerti tentangmu, ada pertanyaan aneh yang belum kau jawab. Jika kemarin, pertanyaanku hanya kau jawab dengan senyuman tanpa ada sepatah katapun itu menandakan kau hanya menggunakan bahasa tubuh untuk menjawabnya. Bahasa tubuhmu sulit untuk aku pahami, ada ruang-ruang yang tak bisa kusentuh.

Malam ini aku menunggu jawaban-jawaban langit, menanti bintang jatuh mendesak batinku untuk berkata jujur pada diriku sendiri. Semua bisu malam ini, termasuk dia yang tersudut di dunianya sendiri. Sungguh inilah hari yang harus kau akui di hidupmu, hari dimana aku menemui secara langsung untuk memperlihatkan satu puisi pengunduran diri untuk mengenalmu.

Mundur bukanlah solusi untuk mengobati perasaan kemarin, namun semakin sulit aku menemukan jawabanmu maka semakin aku mengenal rasamu. Benarlah sabda angin yang terus membelai jiwa yang rindu, sudah kucukupkan harapan malam ini untuk memulai mengenal dimensi yang berbeda.
Jika esok ada awan putih yang menghalangi pelangi lahir kembali, maka kunantikan sepasang burung elang mengitari pohon besar di samping rumah tua pinggir sungai. Sesuai inginku, aku mengenal rinduku sendiri. Aku berdiri pada langkah yang kuanggap tepat, di ujung pelangi disana engkau akan temukan aku atau orang lain. Berharap engkau tidak menemukan puisi pada kertas hijauku, disitu ada cinta yang kutulis setelah aku berniat mundur menjauh dari harapanku, sepertinya benar penyesalan tidak ingin mendahului kesalahan kita.

Like the Post? Do share with your Friends.

25 komentar:

  1. life must go on..apapun yang terjadi pada kita, harus tertap semangat! selamat pagi...

    BalasHapus
  2. @Isti=Life must go on..., SEMANGAT...!! Pagi ini cerah..,

    BalasHapus
  3. hmmm...masih memahami isi dari tulisan yang amat dalam maknanya yang intinya jangan meyerah karena hidup adalah perjuangan semangat mz...

    BalasHapus
  4. jujur aku kurang mengerti tentang apa postingan ini

    BalasHapus
  5. masih belum mengerti makna postingan ini.....

    BalasHapus
  6. nice post sob...

    oh ya dukung aku di Kontes SEO Mari Berkomunitas Di Faceblog ya????
    Mari Berkomunitas Di Faceblog

    Ditunggu kunjungan balik dan komentnya!!! :)

    Satu lagi gan, blogmu udah aku follow..follow balik ya??hehehe...

    Salam kenal dan sukses selalu....

    BalasHapus
  7. perasan posting ini sebuah puisi he he he... karena kata katanya sangat puitisssss banget gitu loh

    BalasHapus
  8. Terus maju dan semangat ae mas
    berbuat kebaikan tanpa ada halangan

    BalasHapus
  9. jadi ndak boleh mutung, ya.
    ok, ok...

    BalasHapus
  10. Wah di ujung Pelangi ada apa nih..:) Eh sudah aku follow balik ya.. Sering2 mampir kawan

    BalasHapus
  11. semangat terus dan selalu optimis :)

    BalasHapus
  12. tetap semangat dan terus berkarya

    BalasHapus
  13. Yap, jangan mudah patah semangat!!

    BalasHapus
  14. yuP! tekad dan ihtiar wajib hukumnya, hasilnya bertawakal dan ikhlaslah.. nice sharing :)

    BalasHapus
  15. Jangan pernah putus asa mengenalnya
    jika kau surutkan langkahmu, kau takkan temukan keindahan itu

    BalasHapus
  16. Mundur mengatur siasat, untuk memenangkan 'pertempuran' itu lagi.
    Cobalah, semoga kamu beruntung.

    Salam malam.. .

    BalasHapus
  17. tetap semangat kalau kita perlu perkasakan jiwa kita biar apa sekalipun nostalgianya.

    BalasHapus
  18. bahkan untuk mengenal seseorang saja begitu sulitnya ya?.. yah, itulah kehidupan. terkadang tidak semulus yang dibayangkan

    BalasHapus
  19. wow, kata-katanya dalem.. mencoba bertahan dan kudu tetep semangat.. usahakan dengan keras kalau itu emang perlu, tapi serahkan hasilnya sama yang Kuasa

    *ngomong apa sih saya?*

    BalasHapus
  20. mampir lewat pagi di sini sob..

    BalasHapus
  21. salam sahabat
    maaf telat ya mas diujung pelagi saya menaungi hehee dan saya pinta maaf harus off line dari ngeblog
    ups dah saya follow

    BalasHapus
  22. nice posting sob :)
    "
    Mundur bukanlah solusi untuk mengobati perasaan kemarin, namun semakin sulit aku menemukan jawabanmu maka semakin aku mengenal rasamu." saya suka postingannya...
    semangat sob :)

    BalasHapus

Komentar sahabat adalah Motivasiku!
Terima Kasih telah memberiku Motivasi!

IconIconIconFollow Me on Pinterest