Minggu, Desember 12, 2010

Optimisme, Antarkan Aku Menemui Impianku.!

“You are what you think!, Fokuslah pada kata Bisa!”

Itulah salah satu ungkapan psikologi yang sering saya sampaikan kepada adik-adik OSIS, Pramuka, KIR (Kelompok Ilmiah Remaja), Format (Forum Komunikasi Mushalla At-Tarbiyah) SMAN 1 Liliriaja. Disaat saya harus memberikan nasehat atau arahan kepada adik-adik, membangun motivasi mereka untuk menghidupkan organisasi-organisasi itu dan berusaha mengoptimalkan potensi mereka. Sekarang, meskipun saya sudah kuliah dan harus menerima lingkungan baru yang jauh berbeda dengan yang lalu, namun kabar dari mereka masih selalu menjadi warna hidupku saat ini. Saya masih menjaga komunikasi dengan pengurus inti organisasi itu. Dengan berharap, saya akan memberikan apa yang bisa saya berikan demi mengembangkan organisasi yang membangun karakter pribadi yang tangguh. Di tahun 2010 ini, ada banyak cerita yang akan menjadi ukiran kenangan indah dalam hidupku sekaligus pelajaran yang bermakna. Waktu begitu cepat berlalu tanpa disadari secara langsung, semoga muhasabah diri ini menjadi salah satu jalan untuk mewujudkan kehidupan yang jauh lebih baik kedepan.



Awal Tahun Baru 2010
Tanggal 31 Desember 2009 menjelang awal tahun baru 2010, saya dan sepuluh teman saya berencana untuk merayakan kemenangan kebersamaan serta menyambut tahun baru 2010. Kemenangan kebersamaan ini adalah keberhasilan kelas kami meraih Juara Umum 1 pada PLIKP (Pekan Lomba Informasi Komunikasi antar Pelajar) SMAN 1 Liliriaja. Awal tahun baru ini kuawali dengan belajar mengaplikasikan kebersamaan dan berjalan bersama untuk menemukan jalan kita masing-masing. Kami belajar dari perjuangan bersama kami, motto kami The Power Of Togetherness menjadi kunci keberadaan kami. Dan saya bertanggung jawab untuk selalu menjaganya, motto itu saya rumuskan dari realita yang ada dalam kelasku.

Inilah kelasku, d'Beat (Dua Belas Ilmu Alam Empat), sumber inspirasiku.!



Maret, Ujian Mulai Menyapa
Awal tahun yang akan menjadi awal baru menentukan masa depan, sebab Maret 2010, Ujian Akhir Nasional siap menyapa kami. Terkadang UAN menjadi ancaman bagi sebagian siswa, ketakutan muncul serta rasa was-was, melihat hasil UN yang terkadang diluar dugaan. Namun, bagi saya UN tetap menjadi hal yang sangat misterius, dengan kemampuan atau kecerdasaan saya yang apa adanya, maka jalan yang harus saya tempuh adalah belajar dengan keras. Bimbingan khusus dari sekolah serta belajar di rumah dimaksimalkan. Namun, aku belum mampu mewujudkan keinginan menjadi juara Umum 1 di SMA, Juara Umum 5 wajib disyukuri dengan menyadri bahwa keinginan dan usaha saya belumlah seimbang. Mungkin kekeliruan dalam menentukan pilihan dan ketidakmampuanku membaca diriku, memilih Fakultas Kedokteran, yang berujung dengan kegagalan. Lewat Jalur Bebas Tes, SNMPTN, gagal menjadi jalan menggapai impianku. Pertengahan 2010 ini, dengan pelbagai tes yang saya ikuti.

Semangat Tanpa Usaha Optimal
Mulai dari Jalur Bebas Tes PTN, SNMPTN, IPDN, STKS, STAN, menjadi pelajaran indah yang harus selalu saya kenang. Bahkan Beasiswa Jepang pun saya ikuti untuk menghargai mimpi-mimpiku, namun sekali lagi yang saya perlu introspeksi adalah keinginanku terlalu besar, sementara usahaku belum sejalan dan belum mampu mendampingi mimpi-mimpiku. Mewujudkannya menjadi kenyataan. Kegagalan itu seakan memberikan tamparan psikis pada batinku, keinginan untuk menganggur sempat terlintas dalam benakku.

Jangan Menyerah!, dan Senyum Orang Tua
Jangan Menyerah, Semangat tetap ada, namun kenyataan seakaan ingin mengusir keinginan untuk menggapai mimpi itu. Orang tuakulah yang kembali membuka pikiranku, saat SNMPTN pilihan pertamaku adalah Kedokteran UNHAS, kedua Fisoterapi UNHAS dan ketiga Psikologi UNM. Masih ada peluang untuk melanjutkan mimpiku, PSIKOLOGI UNM masih terbuka, Pendaftaran Gelombang Kedua UNM, aku memilih Psikologi dan Alhamdulillah diterima. Meskipun diterima, namun ada sesuatu hal yang membuatku tidak ingin kuliah di Psikologi, namun orang tuaku tetap memberiku motivasi dan nasehat untuk kuliah. Aku tidak mungkin menghapus keinginan mereka untuk melihatku kuliah, maka kuputuskan untuk melanjutkan mimpiku di PSIKOLOGI UNM. Dulu, kendala terbesarku mungkin pada kesiapan yang kurang matang. Keinginan untuk ikut bimbingan belajar harus kubatalkan demi mengikuti tes IPDN yang melalui berbagai tahap, dan sayangnya aku gagal pada tes akademik IPDN, padahal aku optimis dan yakin dengan jawabanku, dan ibuku dulu sangat menginginkanku untuk diterima dengan alas an sekolah kedinasan, andaikan bukan karena ibu aku tak akan ikut seleksi itu, lebih baik fokus pada satu tujuan. Mungkin saja ada sesuatu hal yang membuatku gagal. Kelebihanku adalah rasa optimisme, rasa percaya diri tinggi dan semangat yang tinggi dalam mencapai suatu keinginan, namun kelemahanku adalah penyalahgunaan kelebihanku sendiri, terkadang menjebakku dengan kurang teliti dan kurang memperhatikan keadaan yang sebenarnya karena yakinku yang sangat tinggi serta percaya diriku menjadikanku sakan meremehkan keadaan dan terlalu santai. Kendala yang paling utama adalah persiapan yang baik. “Persiapan yang baik adalah awal dari suatu kemengan”, Itu merupakan pesan Pak Munarwan. (Kepala Sekolahku periode 2008-2009). “Kedisiplinan adalah kunci utama untuk membangun dirimu menjadi lebih baik”, teringat pesan Pak Udil Hamzah (Kepala Sekolahku sebelum Pak Munarwan), aku kurang displin pada diriku sendiri.

Bangun dari tidurku!
Tuppui noterri, turungngi name’cawa (Mendaki ia menangis, menurun ia tertatawa)peribahasa bugis itu, mengagambarkan setiap keadaan ada timbale baliknya, kegagalanku pada ujian masuk beberapa PTN tidaklah apa-apanya dibandingkan kegagalan Walt Disney sebelum berhasil, tidak ada apa-apanya dibandingkan denga Thomas Alva Edison pernah 9.999 kali gagal. Tapi mereka senantiasa memiliki komitmen tinggi mewujudkan impiannya. Socrates pernah mengatakan, “Penderitaan-penderitaan yang dialami manusia bisa menjadi pengetahuan yang bermanfaat, tapi mereka tidak menerapkannya”. Saya harus belajar dari perjalanan yang lalu, tanpa berhenti untuk menggapai mimpi itu. Peluang baru terbuka, disaat Psikolog menjadi profesi masa depan yang harus ketegaskan dalam batinku, memberikan sumbangsih terhadap kemajuan dan perkembangan daerahku, dan negeriku, Insya Allah.

Go..., Saya Bisa!
"You are what you think!, Fokuslah pada kata Bisa!”, kumotivasi diriku sendiri, tak kalah hebatnya saat kumotivasi adik-adik junior. Namun inilah diriku, seorang yang bersemangat tinggi namun masih perlu untuk meningkatkan usahaku, sebab kelebihanku akan menjadi kelemahanku jika tidak aku waspadai. Lepas dari siswa menjadi Mahasiswa akan membutuhkan perjuangn yang jauh lebih keras. Semoga tahun baru ini, aku mampu menjadi lebih baik dari sebelumnya. Keikhlasan mengenali kelemahan, dan kesabaran memperjuangkan mimpi, serta optimisme yang kuat akan mengantarku menemui impianku. Amiin Yaa Rabbil Alamin.

Artikel ini diikutsertakan pada Kontes Unggulan Muhasabah Akhir Tahun di BlogCamp.
.





Like the Post? Do share with your Friends.

19 komentar:

  1. Terima kasih atas partisipasi sahabat dalam K.U.M.A.T - Kontes Unggulan Muhasabah Akhir Tahun di BlogCamp.
    Akan dicatat sebagai peserta

    Salam hangat dari Markas Blogcamp di Surabaya

    BalasHapus
  2. siiiiiip ^^
    menarik dan banyak pembelajaran yang bisa ikut diambil ^^

    semoga sukses dengan kontesnya yah ^^

    BalasHapus
  3. siip deh^^
    chika juga selalu suka kata2 itu
    kalo yakin pasti bisa

    moga menang^^

    BalasHapus
  4. Ini karane kak Non Inge..!

    BalasHapus
  5. Semoga menang kontesnya ya.. semangat...!!

    BalasHapus
  6. Sebuah Motivasi diri yang mantap.
    Artikelnya dicatat sebagai peserta.
    Sukses selalu buat ananda.

    BalasHapus
  7. Ikut kontes ya shob ...
    btw topiknya sipp ... asal ada kemauan akan ada jalan tuk mencapai apa yang diidamkan ... manteb nda...

    BalasHapus
  8. Mohon doanya spy tahun depan bisa lebih baik lagi, plus moga tulisan sy menang jg..! ^_^

    BalasHapus
  9. Kunjungan balik blik nih, thanks dah mampir

    BalasHapus
  10. salam sahabat
    sangat setuju sekalai dengan apresiasi ungkapan ini bahwa you are what you think ini sangat berperan penting dalam kemajuan dan keberhasilan seseorang,maaf telat

    BalasHapus
  11. semoga jadi motivasi untuk kita semua, semoga menang juga kontesnya

    BalasHapus
  12. yang penting terus semangat, pasti segalanya bisa dicapai..

    BalasHapus
  13. Ho oh sob semua kegiatan harus diirngi sikap optimis jangan sampai belum apa-apa sudah lemah dan melihat ke belakang.

    Semangat tanpa usaha yang maksimal juga namanya bohong saja.
    Usaha dengan semaksimal mungkin diperlukan untuk mencapai cita-cita.
    Usaha saja tanpa berdoa juga namanya sombong.

    Jadi sebaiknya usaha dengan maksimal dan di imbangi dengan berdoa kepada Tuhan.
    Tanpa kehendak Tuhan juga tidak akan atu sulit terlaksana.

    Disiplin ini juga perlu juga bagi semua orang.
    Kebiasaan disiplin dari dari sendiri akan mempengaruhi kedisiplina orang yang ada di sekitarnya.

    Sukses selalu sob

    BalasHapus
  14. tetap semangat sob tuk menggapai impian

    btw, klo mw tukar link pasang ja dulu...nanti kasih tau lagi klo sudah dipasang sob :D

    Thanks

    BalasHapus
  15. Makasih atas semuanya..! ^_^

    BalasHapus
  16. salam sobat
    kita harus optimis selalu

    BalasHapus
  17. baru sempat mampir membawa buku besar peserta KUMAT sambil melakukan penilaian.

    BalasHapus
  18. yang penting sabar berusaha dan berdoa pasti bisa

    BalasHapus

Komentar sahabat adalah Motivasiku!
Terima Kasih telah memberiku Motivasi!

IconIconIconFollow Me on Pinterest