Selasa, Februari 09, 2010

Bambu untuk Mengurangi Karbon Dioksida



Vegetasi bambu berdaya serap karbon dioksida tergolong paling besar, berbeda dengan jenis pohon lain karena bambu memiliki kemampuan fotosintesis efisien, yaitu menyerap kembali sebagian karbon dioksida yang dihasilkan.


Dalam pembahasan di Konferensi Perubahan Iklim PBB di Kopenhagen, Denmark, baru-baru ini, penanaman bambu diupayakan masuk dalamprogram Alih Guna Lahan dan Kehutanan (LULUCF), serta Reduksi Emisi dari Perusakan Hutan dan Degradasi Lahan (REDD).




”Dunia tidak akan bisa menolak bambu dengan ekolabel karena bambu yang tidak dipanen atau dimanfaatkan justru akan membusuk di alam dan melepaskan emisi,” kata Marc Peeters, salah satu penanam modal usaha pembibitan bambu satu-satunya di Indonesia dengan teknologi kultur jaringan dari Belgia, Senin (1/2/2010) di Jakarta.


Mantan Menteri Negara Lingkungan Hidup Sarwono Kusumaatmadja telah menyampaikan gagasannya kepada Menteri Negara Lingkungan Hidup Gusti Muhammad Hatta untuk menghidupkan kembali Rencana Aksi Bambu Nasional. Kebijakan itu dikeluarkan Sarwono saat menjabat Menteri Lingkungan Hidup periode 1996-1997.


Peneliti bambu dari Pusat Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Hutan dan Konservasi Alam pada Badan Litbang Kehutanan di Departemen Kehutanan Sutiyono menjelaskan, fotosintesis bambu memiliki mekanisme C4, sedangkan pohon jenis lainnya C3. Artinya, fotosintesis bambu lebih efisien.


Peeters mengatakan, apresiasi dunia terhadap bambu kini meningkat, seperti di Bandara Barajas, Madrid, Spanyol, yang menggunakanbambu untuk langit-langit gedungnya.(NAW)


sumber: kompas cetak

Like the Post? Do share with your Friends.

7 komentar:

  1. kalau saya sukanya di bikin rebung,,hehehe,
    salam sobat

    BalasHapus
  2. kalo begitu jangan mau kalo beli mie ayam dikasih sumpit yg sekali pakai sam...kl bisa bawa sendiri sumpitnya..

    BalasHapus
  3. wah/..berarti penanaman bambu di rumahku turut mensukseskan program ini dong...hehe...
    maaf sobat baru berkunjung lagi...istri baru sembuh ni sobat..

    BalasHapus
  4. Info yang sangat berguna kawan, tinggal aksinya nih..

    kunjungan balik ya.. saya follow blog yang luar biasa ini lho.. silahkan follow balik

    http://jemput-rizki.blogspot.com
    http://alloh-only.blogspot.com

    BalasHapus
  5. As a child who sought to cheap links of london necklaces be more attractive, it is a little peculiar that I didn’t like such as ornaments, discount links of london necklace earrings and rings in the opening. To tell the candor, I didn’t think charms is unusual and I thought that the designs links of london necklaces sale were too related. For example, many charms were just minimal chains and they links of london necklaces uk couldn’t magnetize my interest at all.

    BalasHapus

Komentar sahabat adalah Motivasiku!
Terima Kasih telah memberiku Motivasi!

IconIconIconFollow Me on Pinterest