Sabtu, Desember 12, 2009

Akhirnya, Ada Wanita Pemenang Nobel Ekonomi




» Elinor Ostrom

Renne R.A Kawilarang, Shinta Eka Puspasari| Selasa, 13 Oktober 2009, 08:41 WIB


VIVAnews- Elinor Ostrom dan Oliver Williamson, asal Amerika Serikat (AS), sama memperoleh penghargaan Nobel Ekonomi 2009 atas penelitianmereka mengenai peran institusi kemasyarakatan yang dapat mencegah konflik. Ostrom bahkan merupakan perempuan pertama yang mendapat anugerah di katagori ini.
"Penghargaan ini merupakan kejutan besar, saya masih agakshock," kata Ostrom melalui sambungan telepon di tengah konferensi pers pengumuman penghargaan, Senin (12/10) seperti dikutip laman stasiun televisi CNN.
Guru besar ilmu politik di Universitas Indiana, Amerika Serikat, ini mengaku belum tahu apa yang akan dia perbuat dengan setengah dari hadiah US$ 1,4 juta yang dia terima. Komisi Nobel menyatakan Ostrom berjasa besar melalui analisisnya mengenai pemerintahan ekonomis.



Karya Ostrom menunjukkan bahwa komunitas lokal kerap mengolah sumber daya alam seperti kayu, danau, dan ikan, lebih baik dibanding ketika pemerintah berusaha mengaturnya. "Birokrat sering tidak memiliki informasi yang tepat sementara warga dan pengguna sumber daya alam tahu semuanya," kata Ostrom menjelaskan penelitiannya.
Komisi terutama menyorot riset Ostrom di sebuah bendungan di Nepal dan menilai penelitiannya telah memindahkan analisis institusi non-pasar dari tepi penelitian ekonomi ke pusatnya.
Sementara Williamson, guru besar sekolah pasca-sarjana Universitas California, Berkeley, dianugerahi Nobel karena penelitiannya mengenai pemerintahan ekonomis, terutama mengenai batasan firma. Williamson menelaah penyebab naik turunnya perusahaan berdasarkan biaya dan kompleksitas transaksi.
"Williamson mengajari kita untuk memandang pasar, firma, asosiasi, lembaga, dan bahkan rumah tangga berdasarkan kontribusi mereka dalam penyelesaian konflik," kata Komisi.
Majalah Forbes mencatat bahwa Williamson menulis 'Institusi Ekonomi Kapitalisma' pada 1975. Buku teks ini berisi pergerakan ekonomi institusional yang menantang gagasan bahwa firma hanyalah mesin pembuat laba. Williamson memokuskan diri pada kontrak dan transaksi yang dapat menjelaskan struktur dan batasan perusahaan.
Anggota Komisi Tore Ellingsen mengatakan dua penerima Nobel sama-sama meneliti cara menciptakan kerja sama manusia melalui reka bentuk institusi. "Mereka berusaha memahami institusi non-pasar dan sama-sama memandang institusi sebagai mekanisme resolusi konflik," kata dia.
Ellingsen menjelaskan kedua profesor ini menggunakan metode penelitian berbeda. Ostrom memanfaatkan metode studi kasus untuk memperoleh pola umum sementara Williamson bergerak di ranah akal teoritis.
Penghargaan Memorial Nobel Ekonomi pertama kali digagas pada 1968 oleh Bank Sentral Swedia. Anugerah ini diberikan oleh the Royal Swedish Academy of Sciences, yang telah memberi Nobel sejak 1901 di beberapa bidang seperti fisika, kimia, fisiologi atau kedokteran, sastra, dan perdamaian.



Like the Post? Do share with your Friends.

3 komentar:

  1. As a child who sought to cheap links of london necklaces be more attractive, it is a little peculiar that I didn’t like such as ornaments, discount links of london necklace earrings and rings in the opening. To tell the candor, I didn’t think charms is unusual and I thought that the designs links of london necklaces sale were too related. For example, many charms were just minimal chains and they links of london necklaces uk couldn’t magnetize my interest at all.

    BalasHapus
  2. luar biasa nihh nenek ini bisa meraih nobel ekonomi lagi

    BalasHapus

Komentar sahabat adalah Motivasiku!
Terima Kasih telah memberiku Motivasi!

IconIconIconFollow Me on Pinterest