Minggu, November 08, 2009

Merokok Bukan Sekedar Kebiasaan Buruk

Bahwa rokok juga bisa menimbulkan efek kecanduan sebgaimana kokain dan heroin, biasanya baru disadari ketika ingin berhenti merokok. Untuk itu, butuh lebih dari sekedar keinginan yang kuat.
"Berhenti merokok itu butuh perjuangan yang berat," tutur Pak Pri, mantan perokok yang sudah lima tahun berhasil berhenti merokok. "Saya mulai merokok sejak berumur 10 tahun, saat kelas 3 SD. Mulai kelas 6 SD saya sudah merokok 3 batang sehari dan semakin lama semakin bertambah."
"Tiga puluh lima tahun kemudian, tiba-tiba saja saya menjadi sering batuk. Setiap bangun pagi saya langsung terbatuk-batuk disertai dahak. Dokter mengatakan bahwa saya akan terus batuk kalau tidak mau berhenti merokok. Itu sebabnya saya putuskan untuk berhenti. Awalnya saya hanya berhasil berhenti selama 6 bulan, lalu merokok lagi. Tapi karena tak ingin sakit terus, saya mencoba hingga berkali-kali. Dua tahun kemudian barulah usaha saya berhasil."


"Memang berat saat menahan keinginan untuk merokok. Kedua tangan saya sampai gemetaran, mulut seolah mengeluarkan air liur, pikiran rasanya kosong. Pernah menghitung 3 kali 3 saja saya tidak tahu berapa jumlahnya, padahal saya orang keuangan yang selalu berurusan dengan angka. Proses berhenti merokok itu sempat membuat saya merasa bodoh sekali," cetus pria yang tinggal di Depok itu.
"Mulanya saya makan permen dan camilan untuk mengalihkan keinginan merokok, tapi badan saya jadi membengkak. Saya lalu mengganticamilan dengan buah-buahan. Saya juga mengurangi acara kumpul-kumpul yang bisa memicu keinginan merokok. Dan kalau keinginan merokok itu sudah tidak bisa dibendung lagi, saya paksakan diri untuk masuk kamar dan tidur meskipun tidak bisa benar-benar tertidur," kenangnya.
"Saya juga terus mensugesti diri bahwa rokok itu rasanya tidak enak. Setiap kali dalam pikiran saya timbul keinginan untuk merokok, langsung saya singkirkan jauh-jauh keinginan itu. Tapi sekarang semuanya sudah berlalu. Kini saya bisa menikmati hari-hari saya tanpa rokok. Bahkan ketika mencoba merokok, hanya pahit yang terasa di mulut saya, " kata Pak Pri mengakhiri kisahnya.
Barangkali cerita Pak Pri tersebut bisa membuat Anda paham bahwa berhenti merokok memang bukan hal yang mudah. Kita tak bisa begitu saja menuduh seseorang kurang memiliki niat yang kuat ketika satu-dua kali gagal berhenti merokok. Rokok memang mengandung nikotin yang bisa menimbulkan efek kecanduan.
Efek Candu Nikotin Setara Heroin atau Kokain?
Di dalam tubuh, nikotin bisa menghasilkan berbagai efek yang berbeda pada saat yang sama. Nikotin menstimulasi sistem tubuh, walau membuat orang juga merasa relaks. Nikotin pun mempengaruhi senyawa kimia di dalam otak, memicu munculnya hormon dopamin, sehingga sehabis menghisap rokok orang akan merasa nyaman selama beberapa saat.
Ketika baru merokok, asap tembakau memang membuat pusing dan sakit, tetapi biasanya orang akan segera terbiasa. Begitu melanjutkan merokok, tubuh perokok mulai menunjukkan ketergantungan pada nikotin dan semakin lama jumlah rokok yang diisap cenderung semakin banyak.
Begitu perokok tersebut berhenti, umumnya mereka akan mengalami gejala kecanduan seperti merasa gelisah, cepat lapar, mudah marah, dan sulit berkonsentrasi pada pekerjaan. Karena itu, meskipun sudah cukup lama berhenti merokok, mereka yang masih sekali-sekali merokok, dengan mudah akan kembali menjadi perokok.
Berbagai studi telah menunjukkan bahwa bagi banyak perokok, nikotin bisa menimbulkan efek kecanduan yang sama seperti heroin atau kokain. Suatu contoh adalah banyaknya perokok yang tidak mampu berhenti meskipun mereka sadar bahayanya. Umumnya mereka tidak percaya bahwa mereka akan terkena efek buruk akibat kebiasaannya merokok.
Sementara para perokok yang sudah sadar dan ingin berhenti, umumnya merasa bahwa itu bukan hal yang mudah. Menurut hasil surveiPfizer Inc.pada tahun 2006, dalam studi SUPPORTS (Smoking: Understanding People's Perception, Opinions and Reactions toTobacco), lebih dari separuh perokok yang berusaha berhenti umumnya mengalami kegagalan setidaknya tiga kali. Sedangkan 80% dari merekayang gagal tersebut biasanya hanya mengandalkan keinginan yang kuat saja untuk berhenti merokok. Mengapa keinginan seseorang untuk berhenti merokok perlu mendapat dukungan?
Merokok adalah masalah Kesehatan
Dr. Menaldi Rasmin, SpP(K), spesialis paru, dalam sebuah semiloka mengenai rokok yang berlangsung di Plaza Senayan Arcadia tanggal 30 Mei 2007 yang lalu menjelaskan bahwa menurut hasil survei bertaraf internasional yang dilakukan Pfizer Inc, hampir semua dokter sepakat bahwa merokok adalah perilaku adiktif dan 81 % menganggap bahwa kebiasaan ini merupakan masalah kesehatan kronis yang berulang. Sayangnya, di Indonesia merokok hanya dianggap sebagai sebuah kebiasaan buruk oleh para dokter. Merokok belum dianggap sebagai masalah kesehatan.
Di Indonesia, merokok masih dianggap sebagai hal biasa. Berdasarkan survai yang dilakukan oleh WHO pada tahun 2001, Indonesia adalah negara dengan jumlah perokok 69% dari seluruh populasi. Angka tersebut menempatkan Indonesia sebagai negara dengan jumlah perokok terbesar di dunia. Mayoritas perokok menganggap rokok sebagai ketergantungan fisik dan emosional, namun banyak juga yang menganggap rokok sebagai gaya hidup.
Padahal saat seseorang menghirup asap rokok, maka ribuan zat kimia berbahaya akan ikut memasuki saluran pernapasannya. Zat kimiaberbahaya tersebut terdiri dari kurang lebih 4000 zat kimia, 60 di antaranya dapat menyebabkan penyakit jantung, kanker pada paru, ten

Like the Post? Do share with your Friends.

1 komentar:

  1. As a child who sought to cheap links of london necklaces be more attractive, it is a little peculiar that I didn’t like such as ornaments, discount links of london necklace earrings and rings in the opening. To tell the candor, I didn’t think charms is unusual and I thought that the designs links of london necklaces sale were too related. For example, many charms were just minimal chains and they links of london necklaces uk couldn’t magnetize my interest at all.

    BalasHapus

Komentar sahabat adalah Motivasiku!
Terima Kasih telah memberiku Motivasi!

IconIconIconFollow Me on Pinterest