Prolog
Sejarah Kejayaan masa lalu yang kita miliki wajib untuk dijadikan sebagai kekuatan untuk terus
bergerak maju ke depan. Kita punya leluhur yang kuat dan tangguh untuk terus
memperjuangkan kemenangan demi kemenangan. Nilai- nilai luhur sejarah bangsa
Indonesia patut menjadi sebuah alur cerita yang dapat menjadi referensi untuk
tetap berjuang dan tak mengenal kata menyerah. Sudah saatnya kegamangan yang
kita rasakan di perjuangkan untuk mendapatkan kemenangan itu kembali. Optimis
dengan berbagai hal yang kita miliki sebagai Bangsa Indonesia.
Bangsa Indonesia adalah bangsa yang kaya raya. Namun
terkadang pesimis bertandang dalam hati kita masing-masing. Terlalu banyak
permasalahan yang terjadi kadang menumpulkan runcingnya optimisme yang kita
miliki. Akan tetapi, dengan berprasangka baik kita semestinya bisa melihat dari
sisi lain. Keberagaman budaya dari Sabang sampai Merauke, kekayaan alam serta
keindahan Ibu Pertiwi merupakan anugerah Maha Kuasa yang senantiasa patut untuk
selalu kita syukuri.
Akan ada banyak hal yang bisa kita ceritakan terkait
dengan Bangsa Indonesia. Namun kali ini, aku akan sedikit bercerita terkait pengalaman
sewaktu mengikuti program Pertukaran Pemuda Indonesia Kanada. Program yang
memiliki dua fase yakni Kanada dan Indonesia. Mulai dari awal Oktober hingga
akhir Desember 2012, aku berada di Kanada. Program yang diadakan MENPORA dan
CWY melibatkan pemuda dari berbagai provinsi di Indonesia dan pemuda dari
Kanada. Untuk saling berbagi, belajar bersama, dan saling mengenal budaya.
Batik menjadi bagian dari identitas diri bangsa
Indonesia. Dunia telah mengakui akan hal tersebut. Dalam program pertukaran
pemuda Indonesia Kanada, sudah menjadi kewajiban bagi kami untuk mempersiapkan
batik dari provinsi masing-masing. Sebelum pemberangkatan ke Kanada kami mengikuti
PRE DEPARTURE TRAINING (PDT) , di PDT
kami punya hari khusus untuk mengenakan batik. Kami akan mengenakan batik
dengan pola batik dan warna berbeda.
Foto bersama selepas materi di PDT. (sumber foto: pribadi)
Sebelum mengikuti PDT, salah seorang dari kami telah
merancang dan memesan batik untuk di kenakan bersama dalam program. Hingga
akhirnya, kami bisa memiliki seragam batik yang
berwarna merah
menawan pandangan.
Singkat cerita, setelah tiba di Kanada. Kami di tempatkan di HOST FAMILIY yang
berbeda-beda. Aku kemudian bertemu dengan KEVIN dan GWENETH yang akan menjadi HF
selama tiga bulan ke depan. GWENETH telah mengenal batik jauh sebelum aku berniat
untuk memperkenalkannya. Kevin pun demikian, mereka telah mengenal batik. Kevin dan GWENTH sepasang kekasih yang
memiliki harmonisasi yang kuat. Kesamaan telah mengajarkan mereka untuk terus
saling mencintai dan berbagi satu sama lain. Mereka memiliki latar belakang
yang sama, Kevin sebagai Direktur Galeri Kota CHARLOTTETOWN, dan GWENETH sebagai
dosen yang mengajarkan tentang seni.
Maka, dari mereka aku pun belajar untuk
menikmati seni. Bukti dari mereka telah
mengenal batik adalah peralatan yang tersedia di rumahnya. Ada canting yang di
gunakan untuk membatik, di pesan langsung melalui penjualan Online. Ada sekitar 30 canting yang di gunakan untuk mengajarkan batik di kampusnya. GWENTH memberikan kami kesempatan sehabis makan malam
untuk membuat desain batik dari peralatan yang ada. Sekaligus memperlihatkan desain
batik yang pernah di buatnya.
Eliot yang sedang belajar membatik (sumber gambar: pribadi)
Ya, GWENTH senang untuk mendengar cerita tentang Indonesia. Batik apalagi, satu hari nanti Kevin dan GWENTH akan ke Indonesia. Mereka bilang kepadaku, sewaktu Kevin ulang tahun, aku menghadiahkan baju batik untuknya. Untuk Kevin dan Gwenth. Mereka sungguh menyukai batik.
*
Dalam program ini kami memiliki COUNTERPART (disingkat
CP) yang akan menjadi partner selama program. Ada sembilan peserta Indonesia
untuk CHARLOTTETOWN, dengan CP masing-masing. Beberapa CP telah mendapatkan
batik, namun tepat saat Peringatan Sumpah Pemuda di Kanada untuk peserta
Indonesia kami menggunakan seragam A1 dan para Kanadian menggunakan batik merah
seragam kami.
Sumpah Pemuda di Kanada (sumber gambar : pribadi)
Mereka senang mengenakan batik. Saat program Fase Kanada
berakhir di 28 Desember 2012, kami sudah menyusun rencana untuk batik. Sebelum
fase Indonesia berlanjut, para peserta
dari Kanada memiliki kesempatan untuk mencari batik di Jakarta. Mereka telah mempersiapkan
dana khusus untuk membeli batik. Sebelum pulang ke Kanada mereka masih punya waktu untuk berkunjung di butik batik. Bahkan sebelum waktu itu tiba, sudah ada yang mulai mengumpulkan batik dengan berkunjung ke toko batik di daerah sekitar. Untuk di jadikan bingkisan dari Indonesia
untuk keluarga mereka di Kanada. Batik akan menjadi bingkisan menarik dan unik untuk di bawa ke Negeri Daun Maple.
Epilog

Posted by
Wawank


